Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Internasional

Ini Dampak Lockdown Terhadap Pengungsi Suriah

Published 10/05/2020 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

Beirut, LiputanIslam.com–Ahmad al-Mostafa (28), tidak bisa membeli susu untuk anak bayinya. Sebagai seorang pengungsi Suriah yang tinggal di Lebanon, ia sudah kesulitan memberi makan keluarganya akibat krisis ekonomi sejak tahun lalu. Namun, kini akibat kebijakan lockdown Covid-19, situasinya semakin buruk dari biasanya.

“Tidak ada yang mau mempekerjakan kami lagi,” kata wanita yang dipecat dari restorannya beberapa bulan yang lalu. Dia pun akhirnya mengumpulkan ratusan dolar utang di mini market lokal untuk membeli makanan.

“Kami takut besok,” katanya. “Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami.”

Nasib Mustafa merefleksikan situasi dari 5,6 juta pengungsi Suriah di Lebanon, Yordania, dan Turki. Banyak yang tidak bisa bekerja dan kesulitan membeli bahan pokok karena harga-harga melonjak. Ada juga yang bergantung pada bantuan tetangga yang mau menyumbangkan susu secara cuma-cuma.

Menurut Mireille Girard, perwakilan badan pengungsi UNHCR di Lebanon, banyak pengungsi Suriah mangaku lebih takut akan kelaparan daripada virus Covid-19. Dalam sebuah survei bulan lalu, UNHCR menemukan 70% pengungsi menderita kelaparan, terutama di kamp-kamp penuh sesak yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Di Yordania, kamp Zaatari menjadi rumah bagi 80.000 pengungsi Suriah. Kamp itu telah ditutup oleh pihak berwenang selama dua bulan kebijakan lockdown. Banyak pengungsi yang dulu bekerja di pertanian setiap hari, kini tidak bisa lagi melakukannya.

Abdullah Aba Zaid, yang biasa bekerja memetik tomat, kini tidak memiliki penghasilan selama dua bulan.

“Selama 10 hari terakhir, saya belum mendapatkan satu sen pun di rumah bahkan untuk membeli roti. Saya meminjam dari sana-sini,” keluhnya. “Semua orang menunggu belas kasihan Tuhan … berharap semuanya akan membaik.”

Meskipun bisnis kembali dibuka setelah pemerintah melonggarkan lockdown pada pekan ini, PHK terus meningkat. Beberapa pengungsi Suriah bahkan mengaku akumulasi utang mereka memaksa mereka menjual kupon bantuan makanan AS untuk membayar sewa dan barang-barang pokok lain yang lebih penting. (ra/presstv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account