Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa

0
134

Pendukung Brexit di depan Parliament Square pada 31 Januari 2020 di momen Inggris keluar dari EU. (AFP photo)

London, LiputanIslam.com—Kerajaan Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa setelah 47 tahun keanggotaan.

Keputusan yang disahkan secara formal pada jam 23.00 GMT pada Jumat (31/1) ini disambut oleh perayaan sekaligus aksi protes dari pendukung dan anti-Brexit.

Ribuan pendukung Brexit berkumpul di luar parlemen Inggris untuk merayakan langkah ini. Lapangan Parlemen London dipenuhi kibaran bendera nasional, dan gedung-gedung pemerintah menyala dalam warna merah, putih, dan biru Union Jack.

Sementara itu, di Skotlandia, demonstran anti-Brexit menyalakan lilin bersama.

Pasca pengumuman keputusan itu, PM Inggris Boris Johnson memberikan pidato di mana ia menjanjikan era baru kerja sama persahabatan dengan Uni Eropa. Dia mengakui bahwa terdapat kemungkinan beban di depan, tetapi Brexit menurutnya adalah peluang untuk menuju  “kesuksesan yang menakjubkan.”

Selain itu, ia menekankan bahwa kepergian itu bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. “Yang paling penting untuk dikatakan malam ini adalah bahwa ini bukan akhir tetapi awal,” katanya.

“Bagi banyak orang ini adalah momen harapan yang menakjubkan, momen yang mereka pikir tidak akan pernah datang… Dan ada banyak tentu saja yang merasakan kecemasan dan kehilangan. Dan kemudian ada kelompok ketiga, mungkin yang terbesar, yang mulai khawatir bahwa seluruh pertengkaran politik tidak akan pernah berakhir. Saya mengerti semua perasaan itu, dan tugas kami sebagai pemerintah – tugas saya – adalah menyatukan negara ini sekarang dan membawa kita maju,” tuturnya.

Setelah memenangkan pemilu pada 12 Desember lalu, PM Johnson berjanji untuk melancarkan Brexit dan memecahkan kebuntuan di parlemen yang telah memblokir penarikan Inggris dari Uni Eropa. (ra/presstv)

DISKUSI: