[Infografis] Perjanjian Gencatan Senjata Antara Houthi dan Koalisi Saudi yang Menemui Buntu

0
9897

Liputanislam.comKelompok pemberontak Houthi Yaman, yang telah diperangi oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi sejak Maret 2015, dan mereka menolak gencatan senjata terbaru Riyadh, serta menuntut pencabutan total blokade di bandara Sanaa dan pelabuhan Hodeidah.

Upaya gencatan senjata besar-besaran di masa lalu antara Houthi Yaman dan Koalisi Saudi

Pembicaraan Jenewa 2015

Putaran pertama dan kedua dari pembicaraan Jenewa, yang berlangsung pada bulan Juni dan Desember masing-masing dengan dukungan dari PBB, tidak membuahkan hasil.

April 2016

Gencatan senjata yang goyah mendahului pembicaraan di Kuwait, yang dimulai pada 21 April. Pembicaraan itu didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216, yang menyatakan bahwa Houthi harus menarik diri dari wilayah yang direbut dan melucuti senjata sebelum pembicaraan dapat berlanjut. Namun, pada 6 Agustus, pembicaraan berakhir menyusul kebuntuan.

Desember 2018

Pada Desember 2018, pihak yang bertikai menandatangani Perjanjian Stockholm di Swedia.

April 2020

Arab Saudi mengumumkan gencatan senjata 14 hari pada 9 April, yang disambut oleh ketua PBB Antonio Guterres sebagai cara untuk mempromosikan perdamaian dan memperlambat kemajuan COVID-19. (BP/Newsnow/Aljazeera/Republika)

DISKUSI: