Hubungan Mesra Saudi dengan AS Terancam Putus

0
206

Riyadh,LiputanIslam.com-Beberapa waktu lalu, OPEC dan OPEC Plus yang dipimpin Rusia dan Saudi mengumumkan akan mengurangi produksi minyak hingga 2 juta barel per hari. Pengurangan ini sama dengan 2 persen dari total suplai minyak ke pasar dunia dalam sehari.

Keputusan ini diambil di saat negara-negara Eropa dan AS berusaha meningkatkan produksi negara-negara eksportir gas dan minyak. Tujuannya adalah sedikit mengurangi ekspor energi Rusia dan mengatasi krisis energi yang dihadapi Barat saat perang Ukraina berkecamuk.

Tindakan ini tak ayal memicu kegeraman AS dan sekutunya, karena dinilai sebagai serangan terhadap ekonomi global dan bertentangan dengan kebijakan Barat untuk menghadapi Moskow.

Senator Negara Bagian New Jersey, Bon Menendez mendesak Pemerintahan Joe Biden untuk segera membatalkan semua kerja sama AS dengan Saudi. Menendez dalam statemennya berkata, ”AS harus segera menghentikan semua kerja sama dengan Saudi, termasuk penjualan alutsista dan kerja sama keamanan yang jelas lebih diperlukan untuk melindungi personel dan kepentingan AS.”

Sebagai Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Menendez berpendapat bahwa AS tidak boleh menjalin kerja sama dengan Saudi selama “Riyadh tidak mengubah sikapnya terkait masalah Ukraina”. (af/fars)

DISKUSI: