Hizbullah Tantang Kubu Pro-Barat Manfaatkan Koneksinya untuk Kepentingan Lebanon

0
136

Beirut,LiputanIslam.com-Sekjen Hizbullah dalam pidato terbarunya menanggapi tudingan bahwa kelompoknya bergantung kepada Iran dan dukungannya. Sayyid Hasan Nasrallah menegaskan bahwa mereka yang berkata demikian juga sama-sama mengandalkan dukungan asing.

”Orang-orang yang menuding kami tunduk kepada Iran, mereka sendiri punya pendukung regional dan internasional. Kami bisa memanfaatkan hubungan kita dengan luar negeri, Suriah, Iran, dan selainnya. Kami mengendalikan hubungan luar negeri ini dan bisa menggunakannya demi mewujudkan proyek nasional. Apakah kalian bisa memanfaatkan hubungan dan dukungan AS, Prancis, dan selainnya demi melayani proyek nasional ini?”katanya ditujukan kepada kubu pro-Barat di Lebanon.

“Baik dahulu atau sekarang, kami diberi saran-saran, yang bagi kami itu adalah manifestasi ketundukan. AS ingin kita tunduk dan hina. AS ingin kita menyerahkan senjata, mengakui Israel, menempatkan para pengungsi Suriah dan Palestina secara permanen (di Lebanon). AS juga ingin menjarah kekayaan (Lebanon). Resistansi dan para sekutunya adalah satu-satunya rintangan bagi AS untuk ambisi-ambisinya ini.”

“Sebab itu, sudah 3 tahun mereka fokus untuk mengisolasi Resistansi dari faksi-faksi dan pendukung langsungnya. Mereka menggunakan segala cara. Apa yang terjadi sejak 2019 bukan kebetulan. Kita memiliki informasi soal ruang-ruang komando yang bekerja untuk memicu ketegangan.”

Menurut Sayyid Nasrallah, musuh-musuh Hizbullah telah memberikan uang ke televisi dan NGO untuk menyulut revolusi sosial dan mengambinghitamkan Hizbullah sebagai penyebab krisis ekonomi. Namun mereka gagal. AS juga gagal menghadang Hizbullah dalam Pemilu, kendati telah melancarkan propaganda, fitnah, dan blokade.

“Hari ini, kita berada dalam situasi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tak seorang pun bisa menundukkan Perlawanan,” pungkas Sayyid Nasrallah. (af/fars)

DISKUSI: