Hizbullah Sindir Netanyahu yang Terima Kesepakatan Penentuan Perbatasan Bahari

0
161

Beirut,LiputanIslam.com-Wasekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim mengomentari statemen terbaru Benyamin Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun televisi Saudi, al-Arabiya, terkait kesepakatan penentuan perbatasan bahari antara Beirut-Tel Aviv.

”Setelah mengobral sesumbar kosong, pemimpin kelompok ekstremis ini (Netanyahu) mengakui telah menerima kesepakatan penentuan perbatasan. Hendaknya yang lain mengambil pelajaran dari ini,”kata Qasim.

“Israel jengkel karena rangkaian kekalahannya. Kita melihat bahwa saat ini, Israel telah memperhitungkan Perlawanan yang telah mengalahkannya dalam berbagai pertempuran,” imbuhnya, el-Nashra melaporkan.

Saat diwawancarai al-Arabiya beberapa hari lalu, Netanyahu berkata bahwa ia tidak mengingkari kesepakatan yang dibuat dengan mediasi AS tersebut.

Ia mengaku tidak menentang kesepakatan Israel dengan Lebanon setelah sebelum ini sempat mengancam akan membatalkan kesepakatan itu di masa mendatang. Netanyahu pernah berkata bahwa kesepakatan ini sama saja dengan  Israel tunduk di hadapan Hizbullah.

Kesepakatan penentuan perbatasan bahari antara Beirut dan Tel Aviv diteken pada 27 Oktober 2022 di gedung Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNFIL) yang terletak di kawasan Naqoura di selatan Lebanon.

Setelah diteken oleh Presiden Lebanon dan PM Israel, kesepakatan ini dalam bentuk 2 surat terpisah diserahkan kepada Utusan AS, Amos Hochstein, selaku pihak yang memediasi perundingan.

Kesepakatan itu dibuat berkat sikap tegas Hizbullah dan sikap seragam para petinggi Lebanon, yang melindungi hak komersial negara ini dari tangan usil Rezim Zionis.

Berdasarkan kesepakatan, Blok 23 dinyatakan sebagai perbatasan bahari antara Lebanon dan Tanah Pendudukan. Ladang gas Qana juga dianggap sebagai milik Lebanon sepenuhnya, sementara ladang gas Karish di utara Tanah Pendudukan di bawah wewenang Rezim Zionis. (af/alalam)

DISKUSI: