Hari Sial bagi Trump, Diolok-olok di London, Diinterpelasi di Washington

0
133

Washington,LiputanIslam.com-Selama menetap di Gedung Putih, Donald Trump bukannya tak punya hari buruk. Namun hari Rabu kemarin (4/12) pasti merupakan salah satu hari terburuknya.

Saat Trump hadir dalam pertemuan NATO di London, dia menjadi bahan olok-olok sejumlah pemimpin negara lainnya. Sementara di Washington, proses interpelasi atas dirinya telah maju selangkah lagi.

Klip video yang tersebar pada hari Rabu kemarin, menunjukkan bahwa para pemimpin negara sekutu AS mengolok-olok kelakuan Trump. Justin Trudeau (PM Kanada) dengan tawa mengejek bercerita kepada Emmanuel Macron (presiden Prancis) dan Boris Johnson (PM Inggris) soal keterkejutan tim Trump karena pernyataannya menyimpang dari protokol.

Andai ada sedikit harapan KTT ke-70 NATO itu bisa mencerminkan persatuan antara anggotanya, klip di atas telah membuyarkan harapan tersebut.

Baca: Politisi AS: Amerika Inginkan Perubahan Rezim di Iran

Trump, yang biasa membalas kritik politik dengan serangan personal, kali ini pun bereaksi serupa. Dia menyebut Trudeau sebagai orang munafik dan bermuka dua. Trump menuding Trudeau marah atas tekanan AS agar Kanada meningkatkan anggaran militernya, sehingga menggunjingkan dirinya di pertemuan NATO.

Kemudian, tanpa menghadiri jumpa pers terakhir NATO, Trump melalui Twitter menyatakan akan segera meninggalkan London. Sama seperti tahun lalu, dia meninggalkan pertemuan NATO sebelum usai dan menuju Washington.

Kenyataannya, di rumah pun situasi tak berjalan baik bagi Trump. Sudah berbulan-bulan dia terjebak dalam proses interpelasi dan UkraineGate. Pada hari Rabu kemarin, Komite Hukum (stasiun terakhir proses interpelasi di kongres) telah memulai rapat penyelidikannya.

Dari 4 ahli hukum yang diundang untuk menyampaikan pendapat soal saksi-saksi kasus, tiga orang sepakat menyatakan bahwa apa yang dilakukan Trump dalam kasus UkraineGate “memiliki barometer yang diperlukan untuk menginterpelasi seorang presiden.” (af/alalam/fars)

DISKUSI: