Hamas: Pedang Quds Baru akan Disarungkan Usai Quds Dibebaskan

0
433

Gaza,LiputanIslam.com-Anggota Kantor Politik Hamas, Khalil al-Hayya mengatakan kepada Rezim Zionis,”Jika kalian kembali, kami pun akan kembali.”

Kantor berita SAFA mengutip pernyataan al-Hayya, yang berkata bahwa “bangsa Palestina adalah garis merah kami dan Quds akan tetap menjadi kiblat jihad kami.”

“Ini adalah masalah kami. Kami adalah bangsa yang mengincar kebebasan dan kemerdekaan dari (penjajahan) Israel,”tandas al-Hayya.

Petinggi Hamas ini melanjutkan,”Hari ini, dari pusat Gaza kami katakan bahwa kami telah mengalahkan  musuh. Kami telah merobek benderanya dan mengubah kota-kotanya menjadi kota hantu dan horor.”

Ia menegaskan, Pedang Quds (merujuk pada nama operasi dalam Perang 12 Hari) telah dihunus dari sarungnya dan hanya akan disarungkan kembali saat Quds telah dibebaskan.

Al-Hayya menyatakan, Rezim Zionis harus tahu bahwa “tidak ada tempat sama sekali bagi mereka di tanah air kami. Merupakan hak kami untuk bersukacita dan meyakini bahwa kemenangan akan menjadi milik kami.”

Di lain pihak, Dewan HAM PBB pada Kamis (27/5) telah menyepakati dimulainya investigasi internasional terkait kejahatan Rezim Zionis dalam Perang 12 Hari lalu. Keputusan ini tak pelak memicu kemarahan Israel.

Israel National News mengabarkan, Wakil Israel di PBB, Gilad Ardan menentang keputusan ini dan menyebut Dewan HAM PBB sebagai “organisasi anti-Yahudi.”

Ardan mengklaim, hasil dari “resolusi sepihak dan anti-Yahudi” ini sudah dirancang sejak awal dan bertujuan untuk “memberikan legalitas kepada Hamas.”

“Dewan HAM sejak awal didirikan sudah menunjukkan kerusakan etika dalam dirinya. Lembaga ini telah mengadakan 30 rapat khusus, yang 9 di antaranya difokuskan kepada Israel tanpa merilis resolusi atas para pelanggar HAM di Suriah dan Iran. Penargetan satu-satunya negara Yahudi menunjukkan bahwa lembaga ini adalah sebuah lembaga anti-Yahudi dan dipolitisasi,”ujar Ardan. (af/alalam/fars)

DISKUSI: