Guardian: Posisi Makin Kuat, Putin Tak Peduli Disanksi Barat

0
422

Moskow,LiputanIslam.com-Sebuah harian dari Negeri Ratu Elizabeth dalam laporannya membahas sanksi Barat yang tidak efektif terhadap Rusia. Menurut Guardian, nilai mata uang rubel meningkat, Presiden Vladimir Putin menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dan hasil dari sanksi-sanksi Barat justru bertolak belakang dengan yang dikehendakinya.

Harian Inggris ini menyebut sanksi-sanksi Barat sebagai “kebijakan paling tidak konstruktif dalam sejarah internasional.” Bantuan militer untuk Ukraina bisa dijustifikasi, namun perang ekonomi atas Rusia justru dinilai destruktif dan tidak efektif lantaran tujuan-tujuannya tidak jelas.

Berdasarkan laporan Guardian, harga energi meningkat secara signifikan, inflasi terus meningkat, dan rantai pasokan bahan pangan menjadi kacau. Jutaan orang juga menghadapi kelangkaan gas, gandum, dan pupuk. Dalam kondisi seperti ini, kekuatan Putin justru bertambah.

Meski demikian, lanjut Guardian, kritik terhadap sanksi-sanksi gagal Barat ini malah dianggap tabu. Para analis pertahanan membisu dan institut-institut strategis juga bungkam dalam masalah ini.

Guardian menyatakan, Putin pada musim dingin tahun ini bisa secara leluasa memutus gas Rusia dan menyebabkan Eropa membeku. Dia telah memutus 80 persen pasokan energi dari jalur pipa-pipa penting seperti Nordstream 1. Harga minyak di dunia bertambah mahal dan aliran gandum ke timur Eropa dan bahan-bahan pangan lain dari Afrika serta Asia nyaris mandek.

Harian ini melaporkan, tagihan gas domestik Britania telah meningkat 3 kali lipat dalam satu tahun. Peraih keuntungan utama tidak lain adalah Rusia yang menambah ekspor energinya ke Asia.

Rubel disebut sebagai salah satu mata uang terkuat dunia di tahun ini. Rubel telah berkembang mendekati 50 persen sejak Januari. Aset-aset Moskow di luar negeri telah dibekukan. Para pebisnis Rusia juga telah memindahkan kapal-kapal pesiar mereka. Namun tak terlihat satu pun tanda bahwa Putin memedulikan sanksi-sanksi ini. (af/fars)

DISKUSI: