Teheran,LiputanIslam.com-Baru-baru ini PM Israel Benyamin Netanyahu menuding Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tunduk kepada Teheran, menyusul ditutupnya salah satu berkas penyelidikan di sebuah fasilitas nuklir Iran oleh IAEA.
Sebelum ini dilaporkan bahwa setelah adanya interaksi terbaru antara Iran dan IAEA, berkas terkait salah satu tempat yang diklaim IAEA, yaitu Abadeh, telah ditutup. Klaim ditemukannya atom-atom uranium yang diperkaya 83,7 persen telah dijawab oleh penjelasan yang diberikan Teheran.
Menanggapi tudingan Netanyahu tersebut, Dirjen IAEA Rafael Grossi mengatakan,”Kami sudah terbiasa dengan opini semacam ini. Pekerjaan IAEA dilakukan secara netral dan teknis. Kami selalu menerangkan peristiwa apa adanya. Penafsiran mereka terhadap topik-topik ini tak ada kaitannya dengan kami.”.
“Kami tidak akan berkomentar soal opini para pejabat negara. Kami tidak menurunkan standar kami dengan alasan-alasan politis. Kami tidak menurunkan standar-standar kami terkait aktivitas nuklir Iran. Kami tidak melakukan penilaian tendensius dengan motif politis apa pun,”imbuh Grossi.
“Kami tidak mengubah sikap terhadap aktivitas nuklir Iran. Namun menerima jawaban-jawaban yang bisa diterima dari Iran. Kami akan menguji kebenarannya,”tandasnya.
Sebelum ini, tindakan Badan Energi Nuklir Internasional (IAEA) dalam menutup berkas salah satu dari 3 tempat yang diklaim belum dilaporkan Iran, telah memicu kegusaran para petinggi Rezim Zionis.
Jubir Kemenlu Israel Lior Haiat pada Kamis 1 Juni mengecam berakhirnya investigasi IAEA terkait fasilitas di Marivan. Ia mendeskripsikan tindakan itu sebagai “pemicu kekhawatiran besar Tel Aviv.” (af/fars)