Gejala Corona Semakin Parah, PM Inggris Boris Johnson Dirumahsakitkan

0
432

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

London, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dibawa ke Unit Perawatan Intensif di sebuah rumah sakit di London setelah gejala virus corona yang diidapnya semakin parah.

Kondisinya “memburuk dan, atas saran tim medisnya, ia telah dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit St Thomas sekitar pukul 7 malam, hari Senin (6/4),” demikian pernyataan dari Downing Street. Johnson dikatakan masih sadar ketika dibawa ke rumah sakit dan menggunakan alat bantu oksigen untuk bernapas.

Perdana menteri berusia 55 tahun itu sebelumnya tidak diketahui memiliki catatan kesehatan sebelum terjangkit corona. Ia telah menghabiskan waktu 10 hari untuk isolasi diri sejak 26 Maret setelah ia dites positif dengan gejala ringan seperti batuk dan demam.

Downing Street menyatakan, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab kini telah ditunjuk untuk mengambil alih tugas Johnson “jika diperlukan”.

“Urusan pemerintah akan berlanjut,” kata Raab, seraya menambahkan bahwa Johnson berada di “tangan yang aman” di Rumah Sakit St Thomas yang terletak di seberang parlemen London pusat.

“Fokus pemerintah adalah terus memastikan bahwa rencana perdana menteri … untuk mengalahkan virus corona … akan dibawa ke depan,” tambahnya.

Kabar pemindahan Johnson ke rumah sakit muncul ketika Inggris tengah memasuki salah satu minggu paling mematikan akibat wabah. Codiv-19 menginfeksi lebih dari 50.000 orang dan menewaskan 5.373 di negara itu.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, yang juga telah terinfeksi virus corona, menyebut puncak kematian di Inggris diproyeksikan berada pada hari Minggu Paskah yaitu 12 April.

Pemerintah Inggris dikritik karena awalnya menolak mengelurakan perintah agar masyarakat tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus. Johnson sendiri pada awal Maret kemarin masih berjabat tangan dengan orang-orang. Dua pekan lalu, dia memerintahkan lockdown nasional yang baru akan ditinjau pada awal pekan depan. (ra/presstv)

DISKUSI: