[FOTO] Begini Cara Warga Gaza Sambut Bulan Suci Ramadan

0
1461

Gaza, LiputanIslam.com—Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia melakukan persiapan dan penyambutan di tengah wabah corona. Demikian pula dengan warga Muslim Palestina di Jalur Gaza.

Biasanya, warga Gaza memang sudah mengalami kesulitan ekonomi dengan pemutusan listrik akibat blokade Israel selama bertahun-tahun. Blokade ini membuat kehidupan sehari-hari mereka dengan peluh dan kerja keras.

Namun, tahun ini, Gaza menghadapi masalah baru yaitu wabah corona. Seperti sudut dunia lain, orang-orang di sini disarankan untuk tidak melakukan pertemuan dalam jumlah besar untuk mencegah penyebaran virus. Akibatnya, ada yang berubah dari cara warga Gaza merayakan bulan puasa ini. Pasar-pasar yang biasanya ramai, kali ini lebih sepi karena orang lebih memilih diam di rumah.

Meskipun begitu, malam sebelum hari pertama Ramadan, beberapa anak muda Gaza masih terlihat menyambangi pasar dengan orangtua mereka untuk membeli lampion tradisional yang disebut “Fanous Ramadan”. Biasanya, lampion-lampion tersebut dipajang di setiap rumah.

@WeAreNotNumbers

@WeAreNotNumbers

Di tengah lockdown, masjid-masjid juga ditutup oleh pemerintah sehingga banyak kegiatan ibadah yang diberhentikan untuk sementara.

Ketika mayoritas penduduk diam di rumah, para petani Gaza bekerja keras di luar untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam persiapan bulan ramadan. Mereka berjasa dalam menyalurkan buah-buahan dan sayuran dengan kualitas terbaik untuk membantu sesama.

@WeAreNotNumbers

 

 

 

 

 

@WeAreNotNumbers

Warga Gaza berharap segalanya tetap terkendali selama bulan suci ini, terutama ketika sistem perawatan kesehatan di tempat ini kurang siap atas wabah besar akibat blokade Israel.

Dengan adanya tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, virus corona memang memperburuk situasi ekonomi yang sudah buruk di Gaza. Warga pun mengatakan mereka akan menyambut bulan suci Ramadhan dan menjalankan tugas keagamaan sambil mengikuti instruksi dari pemerintah dalam pencegahan penyebaran wabah. (ra/presstv)

DISKUSI: