”First Israel” adalah Prinsip Baku Kebijakan Luar Negeri AS

0
102

NewYork,LiputanIslam.com-Wakil tetap Iran di PBB menyatakan, dalam masalah-masalah terkait Israel, prinsip kebijakan luar negeri yang diikuti AS, terutama oleh pemerintahan sekarang, bukanlah “First America,’ yang merupakan slogan kampanye Donald Trump saat pilpres 2016.

“Yang dijadikan prinsip adalah slogan ‘First Israel.’ AS bahkan siap melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan kode etik demi prinsip ini,”kata Majid Takht Ravanchi.

Dalam rapat Dewan Keamanan PBB yang diadakan untuk membahas krisis Palestina, Ravanchi mengatakan, krisis ini diawali dari pendudukan sebuah negeri, dan hanya bisa diatasi dengan mengakhiri pendudukan tersebut.

Ravanchi menegaskan, DK PBB bertugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Namun sayangnya, satu-satunya tindakan lembaga ini dalam 7 dekade terakhir, adalah mengesahkan sejumlah resolusi yang praktis tidak berguna bagi bangsa Palestina.

Selain itu, kata Ravanchi, tiap resolusi yang disusun DK PBB untuk menekan Israel, pasti diveto oleh AS.

“Ini membuat Rezim Zionis kian berani melakukan tindak ilegal dan kejahatan internasionalnya, seperti genosida, kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan, dan selainnya.”lanjut Ravanchi.

Menurutnya, keadaan diperburuk dengan tindakan pemerintahan AS sekarang, yang secara terang-terangan melanggar resolusi DK PBB. Yang paling nyata adalah pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds dan pengakuan sepihak bahwa Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel.

Ravanchi mengingatkan, dunia sejak dahulu mendukung pengembalikan hak-hak bangsa Palestina. Oleh karena itu, dia meminta agar dukungan ini terus dilanjutkan hingga terbentuknya negara Palestina yang beribukotakan al-Quds. (af/alalam)

DISKUSI: