FBI: Program Senjata Saddam Hanya untuk Gertak Iran

0
88

Baghdad,LiputanIslam.com-Harian Inggris, Times, dalam laporannya menyatakan bahwa setelah Saddam ditemukan di sebuah lubang bawah tanah dekat rumahnya, FBI menginterogasi mantan diktator Irak itu beberapa jam tiap hari selama 7 bulan.

Times menulis bahwa petugas FBI yang menginterogasi Saddam memiliki 2 tujuan di benaknya, yaitu membongkar fakta soal senjata pemusnah massal Irak dan mengetahui hubungan Saddam dengan al-Qaeda.

Dua hal ini penting untuk membenarkan invasi Pemerintahan George W. Bush ke Irak di tahun 2003, sebab Bush dan Badan Intelijen AS mengaitkan Saddam dengan serangan 11/9 yang konon dilakukan al-Qaeda.

Setelah 5 bulan, baru Saddam angkat bicara soal program senjata pemusnah massal Irak, yang dijadikan Washington untuk membenarkan invasi ke Irak.

Interogator FBI George Piro menyadari bahwa sesumbar Saddam sebelum itu soal kepemilikan senjata pemusnah massal hanya “untuk menggertak Iran.” Menurut laporan Times, Saddam mengaku kepada Piro bahwa program senjata pemusnah massalnya sudah dibubarkan, menyusul sanksi-sanksi AS dan program inspeksi persenjataan Irak setelah invasi ke Kuwait tahun 1990.

“Musuh terbesar Saddam bukan AS atau Israel. Musuh terbesarnya adalah Iran. Dia memberi tahu saya bahwa dirinya berusaha mengimbangi Iran dan berkompetisi dengannya. Ketakutan terbesar Saddam adalah jika Teheran tahu betapa Baghdad sangat lemah dan rentan, Iran akan menyerang dan menduduki selatan Irak. Sebab itu, tujuan dia adalah menggertak Iran,”tutur Piro. (af/fars)

DISKUSI: