Fatah dan Hamas Janji Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Israel

0
139

Ramallah, LiputanIslam.com—Para pejabat senior Fatah dan Hamas menggelar konferensi pers untuk pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir untuk menunjukkan persatuan melawan rencana aneksasi Israel.

Dalam konferensi tersebut, Sekjen Fatah Jibril Rajoub dan Wakil Ketua Hamas Saleh al-Arouri menyatakan sumpah untuk bersatu dalam upaya memerangi rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayahan pendudukan Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Sejumlah pengamat pun memuji langkah ini karena dapat menjadi fase baru rekonsiliasi faksi-faksi Palestina yang diperlukan dalam memerangi penjajahan Israel. Namun, tantangan sebenarnya adalah mengimplementasikan pernyataan persatuan ini menjadi kenyataan untuk memperkuat posisi Palestina.

Sementara itu, pejabat Hamas memuji Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena menolak memberikan konsesi kepada Israel.

Menurut jurnalis Press TV, Mona Kandil,  Israel pada akhirnya adalah musuh bersama Fatah dan Hamas. Meskipun politik terkadang menyebabkan perpecahan di masa lalu, semua faksi Palestina akan bersatu ketika tiba pada pertempuran nyata melawan musuh bersama mereka.

Israel diperkirakan akan menunda  Aneksasi Tepi Barat, karena ancaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok petak-petak Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Perampasan tanah baru ini adalah bagian dari “rencana perdamaian” Israel-Palestina Presiden AS Donald Trump, yang diluncurkan pada Januari, yang mengusulkan kedaulatan Israel atas sepertiga Tepi Barat dan pembentukan negara Palestina.

Seperti yang dikabarkan oleh  Arab News, Netanyahu telah mengancam akan memulai aneksasi pada hari ini, Rabu 1 Juli 2020. Tetapi tidak ada sesi Kabinet Israel yang bergerak seperti  yang dijadwalkan oleh mereka. (ra/presstv)

DISKUSI: