Duterte: Filipina Bisa Selamat Tanpa Bantuan Militer AS

0
147

Manila, LiputanIslam.com–Presiden Filipina Rodrigo Duterte membela keputusannya untuk mengakhiri perjanjian keamanan dengan militer AS. Ia mengatakan, negaranya dapat bertahan sebagai sebuah bangsa tanpa bantuan militer Amerika.

Pada 11 Februari lalu, Duterte mengumumkan akan mengakhiri Perjanjian Kunjungan Pasukan, kesepakatan selama dua dekade yang memungkinkan pasukan AS untuk melatih militer dalam jumlah besar di Filipina.

Dalam pidatonya pada hari Rabu (26/2), ia menegaskan akan setia pada keputusannya bahwa ia tidak akan melakukan perjalanan ke AS. Janji itu dibuat setelah Presiden Barack Obama mengkritik respon anti-narkoba Duterte yang berbahaya.

“Apakah kita membutuhkan Amerika untuk bertahan hidup sebagai suatu bangsa?” tanyanya dalam pidato tersebut.

“Apakah kita memerlukan … kekuatan militer AS untuk melawan pemberontakan di sini dan para teroris di selatan serta mengendalikan narkoba?” imbuhnya.

Menurutnya, jika Filipina harus bergantung pada AS, maka untuk apa menjadi republik? “Anda mungkin bisa memilih. Kita bisa menjadi wilayah Amerika atau kita bisa menjadi provinsi Cina.”

Perjanjian Kunjungan Pasukan memungkinkan tentara AS serta kapal dan pesawat militernya masuk dan tinggal sementara di Filipina untuk melatih pasukan.

Duterte mengancam akan mengakhiri perjanjian tersebut setelah Washington membatalkan visa Senator Filipina AS, Ronald dela Rosa. Senator itu dituduh melanggar HAM ketika melangsungkan kampanye anti-narkoba Duterte yang berdarah selama masa jabatannya sebagai kepala polisi nasional dari 2016 hingga 2018. (ra/presstv)

 

DISKUSI: