Dubes Rusia: Berlanjutnya Bantuan Militer untuk Ukraina Sebabkan Perang Kian Lama

0
368

Moskow,LiputanIslam.com-Dubes Rusia untuk AS, Anatoly Antonov melayangkan peringatan kepada Washington dan sekutunya soal suplai lebih banyak persenjataan untuk Kiev. Ia menegaskan, tindakan ini akan memperparah situasi perang.

“Kami meminta dari AS dan para sekutunya agar tidak melewati garis merah yang sudah didekati mereka. Hentikan pasokan senjata mematikan untuk Rezim Kiev,” kata Antonov, diberitakan oleh CNN.

Dalam statemen yang dirilis Kedubes Rusia pada Senin (10/10) lalu, Antonov menandaskan bahwa suplai berkelanjutan senjata untuk Ukraina hanya akan menambah jumlah korban dan volume kehancuran, juga membuat perang semakin berlarut-larut.

Pada Senin lusa, AS dan para sekutu Eropanya mengecam serangan udara besar-besaran Rusia ke Kiev dan sejumlah kota besar Ukraina lain. Presiden AS, Joe Biden mengontak Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky via telepon dan berjanji akan mengirim sistem pertahanan udara modern.

Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke pusat kota Kiev dan kota-kota lain di selatan serta barat Ukraina pada Senin dini hari kemarin. Serangan ini dilakukan 2 hari setelah peledakan jembatan Kerch di Krimea.

Beberapa jam setelah tersiarnya kabar soal insiden tersebut, Komite Nasional Antiterorisme Rusia mengumumkan, sebuah truk telah meledak di atas jembatan hingga merusaknya. Komite itu menyatakan, ada asumsi bahwa ledakan itu dilakukan oleh pasukan operasi khusus Ukraina.

Ledakan itu merusak sebagian jembatan yang merupakan penghubung tunggal Rusia dengan Semenanjung Krimea. Semenanjung ini memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia setelah referendum 2014. (af/fars)

DISKUSI: