DK PBB Setujui Resolusi Perpanjangan Sanksi terhadap Yaman

0
97

New York, LiputanIslam.com–Dewan Keamanan PBB (UNSC) menyetujui sebuah resolusi pada Selasa (25/2) yang akan memperpanjang sanksi terhadap Yaman hingga 26 Februari 2021.

Resolusi tersebut diusulkan oleh Inggris dengan 13 suara mendukung dan dua abstain dari Rusia dan Cina. Sanksi yang dijatuhkan adalah pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi individu atau kelompok yang diklaim mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di Yaman.

Sanksi-sanksi itu pertama kali dijatuhkan pada Yaman pada Februari 2014 di bawah Resolusi DK PBB 2140. Isi resolusi itu menegaskan kembali ketentuan embargo senjata yang diberlakukan pada April 2015 terhadap pejuang gerakan Houthi Ansarullah yang saat ini menguasai Yaman.

Resolusi itu juga meminta panel ahli untuk melaporkan “komponen yang tersedia secara komersial yang telah digunakan oleh individu dan kelompok” di dalam daftar hitam sanksi PBB”. Komponen itu dituding dibuat untuk merakit kendaraan udara tak berawak, alat peledak, dan sistem senjata lainnya.

Panel ahli itu penah mengklaim pada akhir Januari lalu bahwa Houthi Ansarullah menerima suku cadang untuk drone dan senjata mereka yang mirip dengan senjata yang diproduksi di Iran. Mereka menambahkan, rute penyelundupan senjata tersebut “tampaknya berjalan dari Oman dan pantai selatan Yaman, melalui wilayah yang dikendalikan oleh pemerintah Yaman, menuju Sana’a.”

Teheran dan Sanaa sama-sama menolak tudingan tersebut.

Sementara itu, Rusia dan China menyatakan keberatan atas isi draft resolusi itu dan meminta banyak amandemen. Namun, hasil akhir draft tidak sesuai dengan permintaan itu sehingga mereka menolak memberi suara. (ra/presstv)

DISKUSI: