Dialog Iran-Saudi Membuat Israel Cemas

0
192

TelAviv,LiputanIslam.com-Sebuah pusat riset keamanan internal Israel memperingatkan dampak upaya Teheran-Riyadh untuk mengurangi gesekan. Institut ini menyatakan, potensi dialog Iran-Saudi akan membahayakan kepentingan dan posisi regional Israel.

Laporan ini disusun oleh Yoel Guzinski dan Sima Shine, dua periset institut tersebut. Dalam laporan itu disebutkan:”Akhir-akhir ini, Riyadh dan Teheran menunjukkan indikator mengkhawatirkan untuk menyelesaikan krisis antara keduanya. Keduanya siap mengatasi masalah melalui jalur dialog.”

Dua periset ini berpendapat, potensi kedekatan Iran-Saudi akan memaksa Israel untuk menyusun ulang strategi regionalnya. Alasannya, strategi regional lama disusun berdasarkan kepentingan bersama Tel Aviv dan Riyadh dalam menghadapi Teheran.

Baca: Laksamana Fadavi: Musuh Hanya Tahu Sebagian Kecil Kekuatan Iran

Laporan ini meminta Tel Aviv terus mengamati kontak Iran-Saudi dengan kesiagaan penuh. Tujuannya adalah agar Tel Aviv tidak dikejutkan dengan perkembangan yang merugikan kepentingan vitalnya.

“Kesadaran Saudi akan kelemahannya bisa jadi menggiring negara ini untuk memiliki persenjataan nuklir. akibatnya, perimbangan kekuatan di kawasan akan berubah, dan ini berlawanan dengan kepentingan Israel. Meski potensi hubungan Iran-Saudi tidak akan terlalu dalam, lantaran adanya perbedaan fundamental dalam faktor geopolitik dan keagamaan antara keduanya, namun tetap saja akan memengaruhi posisi regional Israel.”

Guzinski dan Shine lalu menyinggung serangan nirawak Yaman ke Aramco, yang dikaitkan oleh keduanya kepada Iran. Menurut mereka, Saudi terpaksa mendekat ke Iran bukan hanya karena Riyadh tak bisa mengharapkan AS untuk membalas ‘serangan Iran,’ tapi juga karena Saudi sadar bahwa Donald Trump secara pribadi menghendaki dialog dengan Iran.

Ali Rabiei (jubir pemerintah Iran) baru-baru ini mengumumkan, Hassan Rouhani (presiden Iran) telah mengirim surat kepada Raja Salman dalam rangka mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional. (af/alalam/fars)

DISKUSI: