Demo Terus Berlanjut, Pemerintah Thailand Tutup Saluran TV Online

0
84

Bangkok, LiputanIslam.com–Demontran anti-pemerintah di Thailand terus menggelar aksi protes ‘tiga jari Hunger Games’ di Bangkok pada Selasa (20/10). Di saat yang sama, pemerintah Thaiand memerintahkan penutupan sebuah saluran TV online yang meliput aksi tersebut.

Meski pihak berwenang Thailand telah melarang pertemuan lebih dari empat orang sejak pekan lalu, aksi protes anti-pemerintah dan monarki tetap berlangsung di mana puluhan orang telah ditangkap.

Dua pemimpin aksi bernama Parit “Penguin” Chiwarak dan Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul ditangkap pada hari Selasa kemarin segera setelah pengadilan membebaskan mereka dengan jaminan.

Sebelumnya, pengadilan memerintahkan penutupan Voice TV, sebuah saluran penyiaran online yang seringkali mengkritik pemerintah.

Voice TV dinilai melanggar Undang-Undang Kejahatan Komputer dengan mengunggah “informasi palsu,” kata Jubir Kementerian Digital Putchapong Nodthaisong.

Pemimpin Redaksi Voice TV, Suara Rittikorn Mahakhachabhorn, mengatakan salurannya akan terus mengudara sampai perintah pengadilan tiba.

“Kami yakin bahwa kami telah beroperasi berdasarkan prinsip jurnalistik dan kami akan melanjutkan pekerjaan kami sekarang,” tegasnya.

Voice TV adalah satu dari empat organisasi media yang diselidiki karena peliputan mereka tentang aksi protes anti-pemerintah.

Perdana Menteri Malaysia sendiri pada hari Selasa kemarin menuding banyak media menyebarkan berita palsu. (ra/aljazeera)

DISKUSI: