Delegasi AS Datangi Negara-Negara Arab, Dorong Normalisasi dengan Israel

0
43

Jared Kushner (kiri) bertemu dengan Putera Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dalam kunjungan ke Riyadh, 1 September 2020. (Via Reuters)

Washington, LiputanIslam.com—Penasehat sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, mulai mengelilingi negara-negara Arab untuk mendorong mereka mengikuti jejak langkah UEA dalam melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Kushner mengunjungi ibu kota UEA pada hari Senin (31/8) bersama delegasi AS dan Israel dengan penerbangan komersial pertama dari Tel Aviv ke Abu Dhabi.

Setelah kunjungan tersebut, ia mengklaim bahwa semua negara Arab lainnya akan mengikuti langkah UEA secara bertahap.

“Saya pikir berkat kepemimpinan UEA, nanti akan ada koalisi yang jauh lebih besar. [Akan ada] apa yang saya sebut ‘mayoritas vokal’ yang mendukung normalisasi. Saya pikir minoritas vokal yang menentangnya akan semakin terisolasi di wilayah ini,” katanya kepada kantor berita WAM. Namun, dia tidak menyebutkan negara mana saja yang ia maksud dalam mayoritas vokal itu.

Dari UEA, menantu Trump itu terbang ke Bahrain dan kemudian Arab Saudi. Ia juga diperkirakan akan mengunjungi Qatar.

Di Bahrain, ia bertemu dengan Raja Hamad bin Isa Al Khalifah.

Menurut Kantor Berita Bahrain, Raja Hamad memuji “upaya bersejarah UEA” dan mengatakan akan terus mendukung kepentingan negara-negara Arab dan Islam dan upaya mencapai solusi yang adil dan komprehensif yang menjamin hak dan perdamaian abadi di kawasan.

Namuh, Raja Hamad menyebut stabilitas di kawasan sangat “bergantung pada” Arab Saudi. Ia pun mengisyaratkan bahwa negaranya tidak akan melakukan normalisasi dengan Israel sebelum Riyadh.

Di Arab Saudi, Kushner dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman bersama-sama menekankan perlunya negosiasi Israel-Palestina, seperi dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).

Sementara Bahrain memuji kesepakatan UEA-Israel, Riyadh bereaksi lebih hati-hati.  Negara itu tetap mendukung prakarsa perdamaian Arab tahun 2002 terkait konflik Israel-Palestina, namun tidak mengutuk perjanjian normalisasi. (ra/presstv)

DISKUSI: