Dampak Pandemi, Inggris Jatuh ke Jurang Resesi

0
118

London, LiputanIslam.com—Akibat pandemi Covid-19, Inggris tumbang ke jurang resesi dengan ekonomi dilaporkan jatuh sebanyak 20,4% di kuartal kedua tahun 2020.

Penurunan PDB pada periode April-Juni ini adalah yang terburuk sejak pencatatan kuartal dimulai pada tahun 1955. Industri sektor jasa, produksi dan konstruksi paling terpapar kebijakan lockdown oleh pemerintah Inggris.

“Angka hari ini mengkonfirmasi bahwa masa-masa sulit ada di sini,” kata Menkeu Inggris Rishi Sunak dalam sebuah pernyataan.

“Ratusan ribu orang telah kehilangan pekerjaan mereka, dan sayangnya dalam beberapa bulan mendatang akan ada lebih banyak lagi yang [kehilangan pekerjaan]. Meskipun pilihan sulit yang harus dibuat, kita akan melewati ini, dan saya dapat meyakinkan orang-orang bahwa tidak ada yang akan ditinggalkan tanpa harapan atau kesempatan,” lanjutnya.

Dibandingkan dengan akhir 2019, output ekonomi Inggris turun secara kumulatif sebanyak 22,1% dalam enam bulan pertama tahun 2020. Penurun ini lebih buruk daripada Jerman, Prancis, dan Italia, dan dua kali lipat dari pada  penurunan yang tercatat di AS.

Perekonomian Inggris sangat bergantung pada pengeluaran layanan dan rumah tangga, di mana keduanya mengalami penurunan pada kuartal kedua. Ini disebabkan, konsumen di rumah menghabiskan lebih sedikit uang dan menabung lebih banyak selama pandemi. Selain itu, ada jutaan pekerja di-PHK.

Sekitar 730.000 pekerjaan telah hilang sejak pandemi mengepung Inggris sejak Maret. (ra/cnn)

DISKUSI: