Cina Minta AS Respon Wabah Virus Korona ‘Sewajarnya’

0
111

Beijing, LiputanIslam.com—Presiden Cina, Xi Jinping, mendesak Presiden AS Donald Trump agar merespon penyebaran virus korona “sewajarnya” saja di tengah upaya maksimal Beijing untuk melawan wabah ini.

Dalam percakapan telepon dengan Trump pada hari ini (7/2), Xi mengatakan bahwa Cina “sepenuhnya percaya diri dan mampu melawan wabah ini”.

Menurutnya, tren perkembangan ekonomi jangka panjang Cina yang positif tidak akan berubah di bawah tekanan akibat wabah ini, seperti dilansir oleh siaran nasional Cina, CCTV.

Xi menambahkan, negaranya telah menerapkan “mobilisasi nasional, penyebaran [bantuan] komprehensif dan langkah respon cepat” beserta “langkah-langkah pencegahan dan kontrol yang paling ketat” untuk menyelesaikan masalah genting ini.

Desakan Xi kepada Trump ini dilakukan setelah Cina menuding AS telah menyebarkan ketakutan kepada publik dengan menarik warga Amerika dari Cina dan memberlakukan pembatasan perjalanan alih-alih menyalurkan bantuan kepada Beijing untuk meredam infeksi.

AS adalah negara pertama yang menarik warganya dari Cina, mengeluarkan peringatan perjalanan, dan melarang masuk warga asing yang baru saja datang dari Negara Tirai Bambu itu.

Meskipun begitu, di saat yang sama banyak pejabat internasional yang memuji upaya Cina dalam mengatasi penyebaran virus korona.

Contohnya, Menteri Kesehatan Argentina Gines Gonzalez Garcia pada hari Kamis (6/2) kemarin menyebut tanggapan Cina terhadap virus sangatlah sigap dan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian telah dilakukan dengan benar.

“Saya pikir Cina mengambil langkah pencegahan dan kontrol yang benar. Kami berterima kasih kepada pemerintah China atas tindakannya. Kami menentang semua jenis diskriminasi, dan kami sepenuhnya mendukung China,” kata Garcia.

Profesor Senior di Pusat Penelitian dan Pendidikan Penyakit Menular Tropis di Universitas Malaya, Sazaly Abu Bakar, juga memuji upaya Cina dalam melaporkan dan membagikan informasi tentang virus tersebut secara tepat waktu.

Sementara itu, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyebut pemerintah Negara Macan Asia itu berhasil melaksanakan langkah-langkah responsif atas wabah ini dan juga mengecam upaya AS karena mengeksploitasi isu krisis kesehatan ini.

“China jelas lebih bertanggung jawab dan sukses daripada [tindakan] AS dalam mencegah dan mengendalikan (H1N1) flu pada 2009,” katanya.

Virus korona baru telah merenggut setidaknya 630 nyawa di Cina dan menginfeksi lebih dari 31.000 orang. Virus mirip flu ini telah menyebar ke lebih dari 20 negara, dengan sedikitnya 151 kasus tersebar di seluruh dunia. (ra/presstv)

DISKUSI: