China: Kami adalah Korban, Bukan Dalang Disinformasi Covid-19

0
499

Juru bicara Kemenlu China Geng Shuang (Photo by WANG ZHAO/AFP via Getty Images)

Beijing, LiputanIslam.com—Pemerintah China sekali lagi menyangkal tudingan Uni Eropa terkait disinformasi Covid-19 kepada dunia. Aliah-alih, China mengaku sebagai korban informasi palsu dari negara lain.

Juru bicara Kemenlu China Geng Shuang menanggapi sebuah laporan dari European External Action Service (EEAS) yang menyebut Beijing sebagai dalang sebuah “operasi rahasia” di media sosial.

Menurut Geng dalam jumpa pers pada Senin (27/4), negaranya adalah korban, bukan pelaku disinformasi tentang virus corona.

Sejak beberapa pekan lalu, Negeri Tirai Bambu ini memang dituding menyembunyikan fakta tentang penyebaran wabah. Salah satunya, Presiden AS Donald Trump menuduh Beijing menutup-nutupi jumlah korban jiwa Covid-19 yang sebenarnya. Pejabat bawahan Trump pun menyebut negara itu sengaja membuat sebuah wabah lokal menjadi global.

Uni Eropa pun mengikuti jejak AS. Menurut laporan, UE menuding Beijing mengerahkan pasukan “bot” untuk memperkuat suara dari akun media sosial kedutaan besarnya.

Bahkan dalam laporan sebelumnya, UE menyampaikan bahasa yang lebih keras dengan menyebut Beijing meluncurkan “kampanye disinformasi global untuk menutupi kesalahan mereka atas wabah dan meningkatkan citra internasionalnya”. Pernyataan ini dikeluarkan oleh EEAS dan dirilis oleh NYT dan Politico.

Beijing pun membantah tuduhan itu satu persatu. Mereka mengaku selama ini telah melawan Covid-19 secara terbuka dan bertanggung jawab. Mereka juga sudah berbagi pengalaman langsungnya dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara yang terjangkit virus. Para diplomat Cina pum didorong untuk terus menyerukan persatuan dunia dalam menghadapi krisis ini daripada menyebarkan desas-desus yang tidak berdasar. (ra/rt)

DISKUSI: