Borok Intervensi AS Diungkap Kembali

0
177

Washington,LiputanIslam.com– Menyusul pengakuan mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton soal peran AS dalam kudeta-kudeta di luar negeri, sejumlah netizen mengingatkan bahwa mantan Direktur CIA, James Woolsey juga sempat mengakui campur tangan Paman Sam dalam pemilu negara-negara lain.

Woolsey dalam sebuah wawancara dengan Fox News di tahun 2017 ditanya apakah AS pernah melakukan intervensi dalam pemilu di negara-negara lain.

Woolsey menjawab, “Ada kemungkinan AS memang melakukan campur tangan. Namun hal ini dilakukan demi tujuan baik, yaitu agar orang-orang Komunis tidak berkuasa.”

Woolsey menjabat sebagai Direktur CIA di era Pemerintahan Bill Clinton. Pengakuan Woolsey terungkap di saat orang-orang AS kerap menuding Rusia melakukan campur tangan di pemilu negara-negara lain.

Beberapa waktu lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS di era kepresidenan Donald Trump, John Bolton mengakui bahwa ia telah membantu banyak kudeta di negara-negara dunia.

Meski demikian, saat diwawancarai presenter CNN Jake Tapper, Bolton berkata bahwa Trump tidak memiliki kapasitas memadai untuk melakukan “kudeta yang direncanakan dengan sempurna”.

“Sebagai orang yang telah membantu perencanaan kudeta, tentu bukan di sini (AS), tapi di tempat-tempat lain seperti yang Anda ketahui, tindakan ini (kudeta) membutuhkan banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dia (Trump),” ujar Bolton.

Tapper lalu bertanya tentang detail kudeta-kudeta tersebut. Sebelum menyinggung Venezuela, Bolton berkata, ”Saya tidak akan membicarakan detail. Sudah jelas itu gagal. Bukan karena kita tidak melakukan banyak usaha dalam hal ini, namun kita menyaksikan apa yang telah dilakukan sebuah oposisi untuk menggulingkan presiden ilegal, dan ternyata mereka gagal.” (af/fars)

DISKUSI: