Biasa Hidup Mewah, Warga Kuwait Masih Rewel Walau Dikarantina di Hotel Bintang 5

0
795

KuwaitCity,LiputanIslam.com-Orang-orang kaya Kuwait yang mengisolasi diri mereka di hotel-hotel bintang 5 mengajukan berbagai keluhan yang aneh.

Dilansir AFP, “dagingnya berlemak,””staf hotel malas membersihkan noda kopi,” dan selainnya, adalah keluhan-keluhan kaum jetset tersebut.

Pemerintah Kuwait menginstruksikan warga yang baru kembali dari luar negeri untuk mengisolasi diri di hotel-hotel mewah selama 14 hari. Di antara negara-negara Teluk lain, Kuwait paling ketat dalam memberlakukan tindakan-tindakan pencegahan Corona. Lebih dari 700 orang dikabarkan terpapar virus itu, sementara satu orang meninggal dunia.

Hotel-hotel mewah di Kuwait kini disulap menjadi tempat karantina bagi 60 ribu warga yang kembali dari Italia, Jerman, Iran, Mesir, Lebanon, dan selainnya.

Rombongan pertama tiba di Kuwait dua pekan lalu. Bagi sebagian dari mereka, yang sudah terbiasa hidup sangat berkecukupan, hotel-hotel itu dinilai tidak memuaskan.

Seorang wanita, tanpa menyebut identitasnya, memublikasikan video dengan isi seperti ini:”Menteri Keuangan yang terhormat, makanan di sini tidak enak dan tak bisa dimakan. Kami terus membuang-buang makanan itu. Kami lelah secara emosional. Karena tak ada makanan penguat, kesehatan kami pun terancam. Kami diberi salad tanpa saus, semuanya kering.”

Dalam klip lain, seorang pria mengeluh karena kopernya belum sampai ke hotel. Wanita lain juga mengeluhkan daging yang terlalu banyak mengandung lemak.

Klip-klip ini kontan memicu hujatan di dunia maya. Banyak netizen Kuwait berpendapat, seharusnya orang-orang kaya itu mensyukuri kondisi mereka.

“Saya bersama ibu harus melewatkan satu minggu di rumah sakit. Tapi saya tidak mengeluh, walau hanya makan roti dan keju,”cuit seorang netizen di Twitter.

Netizen lain mengunggah video dari sebuah negara berkembang, yang menunjukkan antrian orang-orang untuk minum air.

Kuwait memberlakukan aturan keras untuk menangani Corona. Negara ini telah menghukum lebih dari 100 orang karena melanggar aturan jam malam atau karantina. Tiap pelanggar diancam hukuman penjara 6 bulan atau denda sebesar 10 ribu dinar (32 ribu dolar). (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS: