Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Banyak Warga AS Ditolak Jalani Tes Corona, Kenapa?

Published 14/03/2020 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah besar orang yang menderita sakit di berbagai sudut negara AS mengaku ditolak menjalani tes virus corona atau COVID-19 di rumah sakit terdekat. Demikian laporan dari kantor berita New York Times.

Times mengutip wawancara dengan beberapa orang yang mengaku betapa sulitnya bagi mereka untuk mengecek apakah mereka mengidap virus corona. Padahal, lima hari yang lalu Presiden AS Donald Trump telah meyakinkan publik bahwa siapa pun bisa menjalani tes jika diperlukan.

Beberapa orang ditolak karena mereka tidak mengalami gejala atau tidak melakukan perjalanan ke luar negeri meskipun mereka pernah berada di dekat pasien yang positif terkena virus. Beberapa yang lain ditolak dengan alasan tidak ada alat tes yang cukup.

“Sistem ini benar-benar tidak dipersiapkan untuk menyelesaikan apa yang kita butuhkan saat ini… [Sistem] ini gagal,” kata ketua Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Dr. Anthony Fauci, pada hari Kamis (12/3) di depan Komite Pengawasan dan Reformasi DPR AS.

“Sistem ini gagal… Mari kita akui itu,” tambahnya. “Gagasan bahwa siapapun berhak mendapatkan [tes] dengan mudah seperti orang-orang di negara lain, kita tidak siap untuk itu,”

Hillary King, seorang konsultan berusia 32 tahun di Boston, Massachusetts, mengatakan kepada Times bahwa dia menghabiskan waktu lima jam di ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Massachusetts pada hari Rabu lalu setelah mengalami sakit batuk. Namun, ia ditolak menjalani tes. Seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa dia tidak memenuhi kriteria karena tidak bepergian ke luar negeri dan tidak terkena kontak dengan seseorang yang positif terkena virus.

Di Negara Bagian Washington, di mana setidaknya 378 orang dinyatakan positif dan 31 orang meninggal, petugas kesehatan malah menurunkan angka tes karena kekurangan alat.

“Pada saat ini kami membatasi pengujian untuk menjaga ketersediaan bagi orang-orang yang paling rentan,” kata juru bicara PeaceHealth Columbia Network, Debra Carnes.

Sejumlah ahli kesehatan AS mengkritik pemerintah Trump karena meremehkan wabah COVID-19 sehingga membuat negaranya tertinggal dalam upaya pencegahan penularan virus. (ra/presstv)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account