Manama,LiputanIslam.com-Pemerintah Bahrain berencana membangun sebuah gereja dengan anggaran sebesar 30 juta dolar, yang akan menjadi gereja terbesar di kawasan Teluk Persia.

Rencana ini disusun saat pemerintah negara ini masih menghancurkan masjid-masjid kelompok Syiah sejak unjuk rasa tahun 2011 lalu.

Hani Aziz, pendeta dari Gereja Injil dan ketua organisasi al-Bayariq al-Baidhaa (Panji-panji Putih), menyatakan, pemerintah Bahrain menanggung semua material yang dibutuhkan untuk mega proyek tersebut.

“Bahrain adalah teladan keharmonisan antaragama. Di negara ini terdapat toleransi dan saling menghormati di antara berbagai penganut kepercayaan,”ujar Aziz kepada situs Akhbar al-Khaleej.

Menurut Aziz, ada 100 keluarga Kristen di Bahrain yang bisa melaksanakan ajaran agama mereka dengan bebas dan terang-terangan.

Dia mengatakan, ada 18 gereja resmi yang tercatat di kementerian pembangunan sosial Bahrain. Selain itu, ada pula lebih dari 100 gereja kecil di hotel-hotel dan perumahan.

Meski Aziz mengklaim adanya toleransi di Bahrain, namun sejak 14 Februari 2011 lalu pemerintah negara ini telah menghancurkan lebih dari 40 masjid umat Muslim Syiah.

Pemerintah Bahrain mengklaim, masjid-masjid itu dihancurkan lantaran tak memiliki izin. Namun al-Wifaq (kelompok politik oposisi terbesar di Bahrain) membantahnya dan mengatakan, semua masjid itu sudah dicantumkan di kementerian wakaf Jaafari. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*