Bagaimana Trump Bisa Ubah Hasil Pemilu?

0
162

Washington, LiputanIslam.comm—Presiden AS Donald Trump masih memiliki kesempatan final untuk mengubah hasil pilpres AS 2020.

Menurut laporan dari Politico pada hari Selasa (1/12), senjata terakhir Trump adalah sekutunya di Capitol Hill yang sedang mempertimbangkan upaya terakhir untuk menantang kemenangan Joe Biden.

Menurut Politico, Trump akan mendorong anggota parlemen Republik untuk turun tangan dan menggagalkan proyeksi kepresidenan Biden.

Setelah Electoral College mengeluarkan suara resmi pada 14 Desember nanti, anggota Kongres masih memiliki kesempatan kecil untuk dapat mengubah hasil pemilihan presiden.

Anggota parlemen DPR dan Senat memiliki kekuatan untuk menantang hasil pemilihan presiden yang diumumkan oleh Electoral College.

Anggota parlemen Rep. Matt Gaetz (R-Fla.), sebagaimana dikutip oleh Politico, mengatakan bahwa GOP sedang mempertimbangkan untuk mencobanya cara tersebut.

“Tidak ada yang salah,” katanya.

Sertifikasi Kongres

Sebuah undang-undang yang disebut Electoral Count Act, yang disahkan pada tahun 1887, menetapkan 6 Januari setelah pemilihan presiden sebagai tanggal sertifikasi Kongres ketika anggota parlemen DPR dan Senat bertemu dalam sesi bersama untuk memberikan penilaian atas pemungutan suara Electoral College.

Jika satu anggota DPR dan satu senator bersuara bersama, mereka dapat menolak seluruh daftar pemilih presiden. Mereka kemudian harus mengajukan keluhan secara tertulis dan memberikan penjelasan.

Dalam kasus seperti itu, anggota DPR dan Senat harus berdiskusi ke chamber mereka hingga dua jam sebelum memberikan suara untuk pengaduan tersebut.

Jika DPR yang dikuasai Demokrat dan Senat yang dikuasai Partai Republik gagal mencapai kesepakatan, dan jalur hukum lainnya gagal menyelesaikan pengaduan tersebut, maka masalah pemilihan AS yang disengketakan dapat berakhir di tangan Mahkamah Agung.

Jika MA memutuskan untuk mendukung Trump, maka sang presiden akan memenangi pemilu kembali.

Awalnya, Trump diperkirakan akan mencoba menyelesaikan sengketa pemilu AS ini dengan merujuknya ke MA. Ini disebabkan, Trump memilih hakim konservatif di MA menjelang pilpres kemarin.

MA kini diduduki oleh mayoritas konservatif 6 banding 3. Tiga diantara hakim konservatif ini ditunjuk oleh Trump. (ra/presstv)

 

DISKUSI: