Bagaimana Kematian Hakim Mahkamah Agung AS RBG Pengaruhi Politik Amerika

0
142

Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah pelayat berkumpul di dekat kantor Mahkamah Agung AS pada Jumat (18/9) untuk memperingati kematian Hakim Ruth Bader Ginsburg (RBG), seorang tokoh liberal terkemuka di MA AS.

Kematian RBG di umurnya ke-87 itu memberikan kesempatan bagi Presiden AS Donald Trump untuk memperluas pengaruh konservatif di badan Mahkamah Agung menjelang pemilu presiden.

RBG dikenal sebagai seorang pejuang hak-hak perempuan yang menjadi ikon bagi kaum liberal Amerika.

Ia meninggal di rumahnya di Washington karena komplikasi kanker pankreas metastatik,

Kepergiannya dinilai akan mengubah keseimbangan ideologis di MA AS, yang saat ini diisi mayoritas konservatif 5-4.

“Bangsa kita telah kehilangan ahli hukum yang memiliki reputasi bersejarah,” kata Ketua MA John Roberts dalam sebuah pernyataan.

“Kami di Mahkamah Agung telah kehilangan seorang kolega yang disayanginya. Hari ini kami berduka, tetapi dengan keyakinan bahwa generasi mendatang akan mengingat Ruth Bader Ginsburg seperti yang kami kenal – seorang pejuang keadilan yang tak kenal lelah dan tegas,” lanjutnya.

Sebelumnya, Trump dilaporkan telah menunjuk dua orang konservatif untuk jabatan seumur hidup di MA, yaitu Neil Gorsuch pada 2017 dan Brett Kavanaugh pada 2018.

Para Hakim MA AS memainkan peran besar dalam pembentukan kebijakan AS tentang isu-isu penting seperti aborsi, hak LGBT, hak senjata, kebebasan beragama, hukuman mati, dan kekuasaan presiden.

Misalnya, pada tahun 1973, pengadilan MA melegalkan aborsi secara nasional, sebuah keputusan yang ingin dibatalkan oleh sejumlah kalangan konservatif. Pada tahun 2015 lalu, mereka juga mengizinkan pernikahan sesama jenis di seluruh AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI: