Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut pendiri Republik Islam Imam Khomaini sebagai sosok yang telah menciptakan perubahan bukan hanya di Iran, melainkan juga di kawasan regional dan bahkan global.
Dalam pidato pada haul ke-34 Imam di selatan Teheran, Ahad (4/6), Ayatullah Khamenei menyebut pendiri Republik Islam Iran itu sebagai panutan dalam perjuangan menegakkan keadilan dan memulai revolusi, serta sosok pemimpin yang membawa perubahan bagi Iran, dunia Islam, dan bahkan dunia.
Dia mengatakan bahwa Imam Khoamini telah menghancurkan struktur politik kekaisaran dan menggantinya dengan sistem demokrasi religius, dan di tingkat dunia, telah menghidupkan kembali spiritualitas bahkan di negara-negara non-Muslim.
Sembari menekankan keharusan melestarikan perkembangan yang dipelopori oleh Imam Khomaini, Ayatullah Khamenei mengingatkan bahwa perubahan tersebut masih memiliki musuh bebuyutan yang mencoba menghadangnya.
Menyinggung permusuhan kubu arogan dunia terhadap bangsa Iran, dia menyebutkan bahwa musuh berusaha mengembalikan Iran ke era pra-revolusi di mana rezim Pahlevi bergantung pada mereka. Dia lantas menyerukan kepada rakyat dan bangsa Iran untuk terus memperkuat iman dan harapan demi menjaga kemerdekaan nasional dan kepentingan nasional.
Menyinggung gelombang kerusuhan yang sempat melanda Iran pada tahun lalu, Ayatullah Khamenei memastikan kerusuhan itu direncanakan di lembaga think tank di negara-negara Barat serta dipicu dan disponsori oleh badan-badan keamanan Barat dengan harapan Iran akan dapat dikalahkan, namun mereka kembali gagal dan menerima realitas bangsa Iran.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung besarnya kiprah Imam dalam isu Palestina.
“Masalah Palestina semula hendak dilupakan, tapi itu malah berubah menjadi isu utama dunia Islam berkat kebangkitan Imam Khomaini, yang menghembuskan kehidupan baru ke dalamnya, dan peringatan Hari Quds Internasional berlangsung tidak hanya di negara-negara Islam, melainkan juga di negara-negara non-Islam,” ungkapnya.
Rakyat dan pemerintah Iran dan serta banyak simpatisan Imam di pelbagai negara dunia memperingati 34 tahun wafatnya Imam Khomaini pada setiap tanggal 4 Juni.
Imam Khomaini wafat pada hari Sabtu, 3 Juni 1989 setelah sebelas hari dirawat di rumah sakit untuk operasi penghentian pendarahan internal pada usia 89 tahun. Puluhan juta orang Iran berduka atas wafatnya Imam . Mereka tumpah ruah ke jalanan setelah wafatnya Imam Khomaini diumumkan pada 34 tahun yang lalu.
Dilaporkan bahwa saat itu tak kurang dari 10 juta orang dari pelbagai penjuru Iran mengikuti prosesi pemakaman Imam Khomaini.
Imam Khomaini sebagai pemimpin revolusi Islam (rahbar) digantikan oleh Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang dipilih pada 4 Juni 1989 oleh Majelis Ahli sesuai dengan ketentuan Konstitusi Republik Islam Iran. (mm/mna/alalam)
Baca juga: