Beirut,LiputanIslam.com-Setelah kubu Resistansi membalas agresi Israel ke Masjid al-Aqsa dengan serangan rudal, Abdel Bari Atwan menyatakan bahwa Benyamin Netanyahu menjadi ciut dan akhirnya melarang para pemukim Zionis memasuki al-Aqsa hingga akhir bulan Ramadan.
Dalam tulisannya di Rai al-Youm, Atwan mengungkap 5 faktor yang memaksa Netanyahu mengambil tindakan di atas:
Pertama, serangan 34 rudal dari Lebanon untuk pertama kalinya sejak 2006 bersamaan dengan 40 rudal dari Gaza, yang ini membuktikan adanya pengambilan keputusan kolektif untuk membalas segala bentuk agresi ke Masjid al-Aqsa, Gaza, atau Suriah.
Kedua, klaim Wall Street Journal bahwa Komandan IRGC, Esmail Qaani bertemu dengan Sayyid Hasan Nasrallah dan para pemimpin Hamas di Kedubes Iran di Beirut, yang berbarengan dengan ditembakkannya rudal dari selatan Lebanon. Bocoran ini merupakan bukti adanya kesepakatan untuk memberikan tanggapan seragam kepada agresi Israel.
Ketiga, penegasan Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar bahwa para pejuang akan segera terlibat jika agresi Israel masih berlanjut. Al-Sinwar dan Komandan Izzuddin al-Qassam, Muhammad al-Dhaif adalah orang-orang yang memegang tombol peluncur rudal di Gaza, sama seperti dalam Perang Pedang al-Quds di tahun 2021.
Keempat, penegasan Sayyid Nasrallah bahwa segala agresi Israel ke Suriah pasti akan dibalas. Serangan ke Quds juga akan memicu perang besar, sebab Quds adalah “garis merah” dan Tepi Barat adalah perisainya.
Kelima, pemulihan hubungan negara-negara Arab dengan Suriah, juga menjauhnya mereka dari AS serta mendekatnya mereka kepada China dan Rusia. (af/fars)