Inna Lillahi, Wabah Corona Picu Serangan Anti-Muslim di India

0
679

NewDelhi, LiputanIslam.com –  Wabah virus corona (Covid-19) memicu insiden serangan terhadap warga Muslim di seluruh wilayah India, menyusul klaim kementerian kesehatan pemerintahan nasionalis Hindu Narendra Modi bahwa warga Muslim telah menyebabkan merebaknya virus mematikan ini.

Menurut surat kabar The New York Times (NYT), seorang pemuda Muslim yang membagikan makanan kepada warga miskin telah diserang dengan pentungan kriket.

“Para warga Muslim lain telah dipukuli, nyaris digantung, kehabisan lingkungan mereka, atau diserang di masjid, dicapsebagai penyebar virus,” lapor surat kabar AS itu, seperti dikutip Press TV, Senin (13/4/2020).

Kuil-kuil Sikh di Negara Bagian Punjab menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membeli susu dari peternak sapi perah Muslim karena diduga terpapar Covid-19.

Menurut NYT,  serangan anti-minoritas Muslim meningkat setelah pemerintah mengklaim bahwa lebih dari sepertiga dari 8.000 kasus Covid-19 di Negeri Dewa itu terkait dengan Muslim.

“Ketakutan menatap kami, dari mana-mana,” keluh Mohammed Haider, yang mengelola sebuah kedai susu, salah satu dari sedikit bisnis yang dibiarkan tetap terbuka di tengah upaya pembatasan penyebaran Covid-19 di India.

“Orang-orang hanya perlu alasan kecil untuk mengalahkan kami atau untuk menghukum mati kami, karena korona,” lanjutnya.

Para pemimpin Muslim mengungkapkan keprihatinan mereka atas gelombang kebencian baru ini, dan menceritakan serangan gerombolan Hindu terhadap warga Muslim di lingkungan kelas pekerja di New Delhi, ibu kota India, yang merenggut nyawa puluhan orang di hadapan polisi pada Februari lalu.

“Pemerintah seharusnya tidak memainkan permainan menyalahkan… Jika Anda menyajikan kasus berdasarkan agama seseorang di briefing media Anda, ini menciptakan kesenjangan besar,” tutur Khalid Rasheed, ketua Islamic Center of India.

“Virus corona mungkin akan mati, tapi virus disharmoni komunal akan sulit untuk dibunuh ketika ini berakhir,” lanjutnya.

Beberapa politisi nasionalis Hindu dan pendukungnya telah memanfaatkan situasi ini, dengan bersemangat menumpuk sentimen anti-Muslim yang sudah terbangun dalam beberapa tahun terakhir di bawah pemerintahan Perdana Menteri Modi.

Rasheed menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan India sudah mengkonfirmasi bahwa tindakan menyalahkan warga Muslim atas wabah ini didasari dengan “laporan palsu”, dan bahwa “ada kebutuhan mendesak untuk melawan prasangka demikian.”

Baca: Wabah COVID-19, Puluhan Ribu Pengikut Jamaah Tabligh Dikarantina

Pemerintah Modi dituduh telah mendorong intoleransi agama dan berusaha mengubah India menjadi negara Hindu.

Parlemen India pada Desember lalu mengesahkan undang-undang kewarganegaraan baru, yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim. Hukum ini memungkinkan pendatang dari Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan menjadi warga India kecuali jika mereka Muslim.

Keputusan parlemen itu lantas membangkitkan gelombang aksi protes warga Muslim yang kemudian dibalas dengan gelombang kekerasan yang menjatuhkan banyak korban jiwa, luka, dan materi warga Muslim. (mm/presstv)

DISKUSI: