Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

AS Tidak Seharusnya Menjual Senjata Kepada Bahrain dan Arab Saudi

Published 17/03/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Amerika, LiputanIslam.com—Petinggi organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) telah meminta Amerika Serikat untuk tidak menyetujui penjualan senjata di Bahrain dan Arab Saudi. Organisasi ini memperingatkan bahwa perdagangan semacam ini berdampak pada terlibatnya Washington dalam kejahatan perang.

Dalam sebuah surat kepada Presiden AS, Donald Trump, Amnesti Internasional mengatakan bahwa penjualan senjata hanya akan berfungsi untuk mempersenjatai koalisi pimpinan Arab Saudi yang telah menyerang ribuan warga sipil di Yaman sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional.

Peneliti Amnesti Internasional telah menemukan banyak bom buatan AS yang belum meledak di antara reruntuhan bangunan perumahan di Yaman. Di antara bom yang ditemukan itu adalah bom cluster yang telah ditetapkan oleh hukum internasional sebagai senjata terlarang.

“Besar resikonya jika Arab Saudi, Bahrain, dan anggota koalisi lainnya bisa menggunakan senjata baru buatan AS untuk membombardir kehidupan masyarakat sipil di Yaman”, ucap organisasi tersebut di dalam suratnya.

“Ada risiko besar jika Arab Saudi, Bahrain dan anggota koalisi lainnya bisa menggunakan senjata baru AS untuk lebih menghancurkan kehidupan sipil di Yaman,” ungkapnya.

“Hal ini bisa melibatkan Anda dalam kejahatan perang atau pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Peneliti Amnesti Internasional telah menemukan kedua bom AS meledak dan fragmen bom AS yang telah meledak diidentifikasi di antara reruntuhan rumah di Yaman dan obyek sipil lainnya”, tambahnya.

Koalisi Riyadh melawan Yaman, yang meliputi Bahrain, memulai kampanye militer terhadap negara-negara miskin di Timur Tengah pada akhir Maret 2015.

Perang Saudi di Yaman telah menewaskan ribuan warga sipil dan membuka krisis kemanusiaan di negara-negara Timur Tengah tersebut.

Perang dilakukan sebagai upaya untuk membawa kembali mantan pemerintah agar kembali berkuasa dan melemahkan gerakan Houthi Ansarullah.

Selain senjata, AS juga telah memberikan dukungan logistik dan pengawasan untuk kerajaan dalam kampanye militer berdarah tersebut.

“Pada dasarnya, kesepakatan senjata ini hanya akan membuat Presiden Trump seperti melempar bensin ke rumah api dan mengunci pintu keluarnya,” ucap Margaret Huang, direktur eksekutif Amnesty International USA.

“AS seharusnya tidak terus-menerus mempersenjatai negara yang melanggar hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional, serta sekaligus menutup pintu bagi orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan tersebut,” tambah Margaret.

“Mempersenjatai pemerintah Arab Saudi dan Bahrain beresiko melibatkan AS dalam kejahatan perang. Presiden Trump tidak harus menyetujui kesepakatan senjata ini,” pungkasnya. (fd/presstv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account