AS Sanksi 5 Pejabat Iran Jelang Pemilu Hari Ini

0
7

Tehran, LiputanIslam.com—Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada lima pejabat Iran, salah satunya Ayatollah Ahmad Jannati, sekjen Dewan Wali yang bertanggungjawab atas pengawasan proses pemilu parlemen ke-11 Iran pada hari ini (21/2).

Sanksi ini diumumkan oleh perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, pada hari Kamis (20/2), sebelum pemungutan suara parlemen pada hari ini.

Hook menuding para pejabat dari Dewan Wali dan Komite Pengawas Pemilu ini berusaha mencegah proses pemilu yang bebas dan adil dengan mendiskualifikasi sejumlah kandidat. Ia juga menyebut pemilu ini adalah “teater politik.” Seperti yang diketahui sebelumnya, dari 16.000 kandidat calon, 9.000 di antaranya terdiskualifikasi.

Tuduhan ini ditegaskan oleh Menlu AS, Steven Mnuchin.

“Pemerintah Trump tidak akan menoleransi praktik manipulasi pemilu untuk mendukung agenda rezim, dan tindakan ini mengekspos para pejabat senior rezim [Iran] yang bertanggung jawab karena mencegah kebebasan warga Iran dalam memilih pemimpin mereka,” kata Mnuchin pada hari Jumat.

“AS akan terus mendukung aspirasi demokratis rakyat Iran,” tambahnya.

Menurut Reuters, korban sanksi ini di antaranya Ayatullah Jannati, anggota Dewan Wali Iran Ayatullah Mohammad Yazdi, dan tiga anggota Komite Pengawas Pemilihan. Dampak sanksi ini adalah pembekuan semua aset mereka yang dipegang orang Amerika dan pelarangan hubungan bisnis dengan warga Amerika.

Sebagai respon atas tuduhan ini, Dewan Wali mengatakan bahwa proses pemeriksaan untuk para kandidat dalam pemilu semata-mata didasarkan pada hukum dan tidak ada hubungannya dengan faksi-faksi politik yang diwakili oleh para calon.

Jubir Dewan Wali, Abbas Ali Kadkhodaei,  juga menolak klaim bahwa banyak calon reformis telah didiskualifikasi dari pencalonan pemilu. Menurutnya, dewan ini tidak pernah menggunakan sudut pandang politik dalam pembuatan kebijakan.

Pemilu parlemen ke-11 Iran digelar hari ini. Selain itu, akan ada juga pemilu sementara untuk Majelis Ahli Iran yang bertugas untuk memilih dan mengawasi kegiatan Pemimpin Tertinggi Islam Iran.

Lebih dari 7.000 calon bersaing untuk mendapatkan 290 kursi, lima di antaranya mewakili minoritas agama. Calon yang menang harus meraup setidaknya 20 persen suara yang diberikan di daerah pemilihan mereka untuk menjadi anggota parlemen untuk masa jabatan empat tahun.

Sebelumnya pada hari Rabu (19/2), Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan partisipasi yang tinggi dalam pemilu kali ini dalam rangka membuat AS “marah”. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: