AS Mainkan Harga Dolar untuk Rusak Hubungan Irak-Iran

0
128

Baghdad,LiputanIslam.com-Menjelang lawatan PM Irak Muhammad al-Sudani ke Washington untuk bertemu Presiden Joe Biden, sejumlah sumber mengabarkan kedatangan delegasi tingkat tinggi AS ke Baghdad dalam waktu dekat.

Dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm, sumber-sumber ini menyatakan bahwa delegasi AS ini akan membahas keberadaan pasukan AS di Irak dengan Otoritas Negeri Seribu Satu Malam.

Banyak partai dan faksi politik Irak yang berharap bahwa al-Sudani akan memprioritaskan masalah keluarnya pasukan AS dari negara tersebut. Namun sejumlah analis dan tokoh politik berpendapat, Washington dengan cara memainkan harga dolar di Irak berupaya memeras al-Sudani dalam sejumlah isu penting, seperti hubungan Baghdad-Teheran, nasib pasukan AS di Irak, dan kesepakatan keamanan Irak dengan AS.

Setelah teror terhadap Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di dekat bandara Baghdad pada 2020 lalu, Parlemen Irak mengesahkan keputusan untuk mengusir Tentara AS dari negara itu.

Di lain pihak, seorang pejabat Irak mengatakan kepada al-Maalomah, bahwa Tentara AS di pangkalan Ayn al-Assad telah mengancam al-Hashd al-Shaabi dan mencegah operasi militer terhadap para teroris ISIS.

Pejabat yang enggan identitasnya diungkap itu mengatakan, AS memperingatkan bahwa jika operasi itu dilaksanakan, al-Hashd al-Shaabi akan dijadikan target oleh AS. Hal ini membuat operasi tersebut ditunda ke waktu lain.

Menurut pejabat itu, rencananya operasi akan diadakan di kawasan Wadi Hawran di barat Provinsi al-Anbar dan sekitar perbatasan Suriah. Ia menyatakan, al-Hashd al-Shaabi telah menghimpun informasi akurat terkait para komandan dan anasir ISIS.

Ia menambahkan, Tentara AS tahu benar bahwa jumlah para teroris ISIS di kawasan Wadi Hawran telah bertambah. Meski demikian, AS tidak melakukan apa pun dan di saat bersamaan justru menghalang-halangi operasi militer pasukan Irak. (af/fars)

DISKUSI: