Stockholm,LiputanIslam.com-Muhammad Abdus Salam, ketua delegasi Yaman dalam perundingan damai Swedia, menyatakan kepuasan pihaknya atas hasil perundingan tersebut.
“Demi kepentingan rakyat Yaman, kami mengalah dalam beberapa hal terkait kota al-Hudaydah,”kata Abdus Salam.
“Kami mengusulkan agar tugas komite ekonomi berlanjut sampai gaji para pekerja dibayarkan,”lanjutnya.
“Bandara Aden berada di luar kendali pihak Yaman. Sebab itu, kami menolak ide perginya pesawat-pesawat ke Aden untuk menuju Sanaa dan sebaliknya.”
Sementara itu, dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Alam, Muhammad al-Bukhaiti (anggota kantor politik Ansharullah) menyatakan bahwa eksekusi kesepakatan Stockholm membutuhkan waktu.
Beberapa saat lalu, Antonio Guterres (sekjen PBB) mengabarkan terjadinya kesepakatan terkait pelabuhan al-Hudaydah dan pengiriman bantuan ke kota Taaz serta pengurangan kontak senjata di kota tersebut.
“Kesepakatan tentang al-Hudaydah mengharuskan semua pihak untuk mundur dari kota dan pelabuhan tersebut,”kata Guterres.
Sekjen PBB menyatakan, para perunding telah sukses meraih hasil-hasil positi dalam negosiasi tersebut. Dia berkata bahwa mereka semua bisa mengubah keadaan saat ini.
Guterres mengumumkan, perundingan mendatang akan dilangsungkan pada Januari tahun depan. Rencananya, masalah-masalah yang masih disengketakan akan dibahas dalam perundingan tersebut. (af/alalam)