Sanaa,LiputanIslam.com-Kantor politik Ansharullah Yaman merilis statemen terkait hukuman mati atas puluhan orang, termasuk orang-orang Syiah, di Saudi.
Berikut ini adalah poin-poin penting yang terdapat dalam statemen Ansharullah:
* Pembunuhan, penghancuran, dan penindasan bangsa-bangsa dengan besi dan api, adalah metode kejahatan kerajaan Saudi. Metode ini digunakan demi mempertahankan kekuasaan.
* Sejarah kerajaan Saudi penuh dengan kejahatan, pembunuhan, dan ‘penjualan’ isu-isu penting umat Islam, terutama isu Palestina.
* Kejahatan keji kerajaan Saudi terhadap warganya dan bangsa-bangsa lain, adalah bukti kerapuhan dan kebangkrutannya.
* Andai bukan karena AS, rezim Saudi tak akan berani melakukan kejahatan-kejahatan ini. AS-lah yang memberikan perlindungan politik dan sokongan yang diperlukan kepada Saudi.
* Kami meminta dari kaum merdeka dunia untuk menentang kebijakan yang didasari penindasan, serta menyatakan rezim klan Saud “bersalah” lantaran kejahatan dan kezaliman yang mereka lakukan terhadap orang-orang merdeka dari warganya.
* Kami meminta dari kaum merdeka dunia untuk mengutuk tindakan rezim Saudi dalam pembunuhan, penghancuran, blokade Yaman, dan perbuatan jahatnya (di negara ini).
Pada hari Selasa (23/4), kementerian dalam negeri Saudi mengumumkan, hukuman mati atas 37 orang yang didakwa sebagai teroris telah dilaksanakan.
Para pegiat medsos dan netizen Saudi mengatakan, 32 dari para terhukum mati adalah orang-orang Syiah dari kawasan Qatif. Mereka adalah para ulama dan pelajar agama dari daerah Syarqiyah. Kelompok “Tsuwwar al-Syaikh al-Syahid al-Namir” juga mengkonfirmasi kesyiahan 32 orang tersebut. (af/alalam)