Ansharullah: Jika Perundingan Buntu, Konfrontasi adalah Opsi Alternatif

0
165

Sanaa,LiputanIslam.com-Kinerja dan standar ganda PBB sehubungan dengan gencatan senjata di Yaman dikritik tajam oleh anggota Tim Negosiator Ansharullah, Abdulmalik al-Ajri.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Masirah, al-Ajri menegaskan bahwa Sanaa tidak bisa menerima teks-teks dari PBB sekaitan gencatan senjata yang bisa diinterpretasikan dengan berbagai cara.

Menurut al-Ajri, Dewan Keamanan PBB bukanlah tempat untuk mencari keadilan dan keamanan. Ia menambahkan,”Dewan ini bergantung kepada kepentingan, dispensasi internasional, dan perimbangan kekuatan. Sikap AS, Inggris, dan Prancis soal Yaman bukan hal yang aneh.”

Petinggi Yaman ini menegaskan bahwa tiga negara di atas adalah penyebab semua krisis regional di Timteng. “Gencatan senjata dalam kemasan pertamanya telah berakhir. Namun kami tidak menolak untuk berunding,”tegasnya.

Seraya menyatakan bahwa seperti sebelumnya, sekarang ini juga tak ada jaminan soal berlanjutnya gencatan senjata, al-Ajri berkata,”Saudi telah menciptakan berbagai krisis di sekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan Saudi diperas oleh negara-negara Barat.”

Ia menandaskan, masalah pembayaran gaji berhubungan dengan semua rakyat Yaman dan tidak ada kaitannya dengan apakah mereka berstatus militer atau sipil.

”Jika perundingan menemui jalan buntu, maka konfrontasi akan menjadi opsi alternatif,”pungkas al-Ajri. (af/fars)

DISKUSI: