Ankara Didesak Hentikan Campur Tangan dalam Konflik Regional

0
268

Ankara,LiputanIslam.com-Pemerintah Turki diimbau agar berhenti melakukan intervensi dalam pertikaian di Timteng, terutama Suriah.

Imbauan ini disampaikan mantan Menlu Turki, Yasar Yakis dalam tulisan yang dimuat di Arab News pada hari Minggu (10/7).

Yakis menyatakan bahwa Rusia akan memindahkan sebagian dari pasukan militernya di Suriah ke Ukraina.

Seraya menyinggung pergerakan militer Israel dalam serangan udara ke perbatasan Lebanon dan Suriah, Takis mengatakan, Damaskus dan Moskow telah melakukan latihan militer gabungan setelah Ankara mengumumkan operasi militer baru di utara Suriah. Iran, Rusia, dan Suriah juga menentang segala serangan baru Turki untuk memerangi kelompok Kurdi Suriah.

“Membentuk perimbangan kekuatan baru di Suriah akan memakan waktu. Kebijakan terbaik untuk Turki adalah menghindari lebih banyak intervensi dalam konflik-konflik regional. Perimbangan kekuatan baru yang tengah muncul di Timteng kemungkinan akan memengaruhi Turki lebih daripada negara-negara lain.”

“Hal ini akan dimulai dengan pemindahan sebagian pasukan Rusia dari Suriah ke kawasan Donbass di Ukraina. Jumlah akurat satuan militer yang akan dipindahkan belum diumumkan. Namun bisa diduga bahwa pemindahan ini tidak akan melumpuhkan eksistensi militer Rusia di Suriah”, tulis Yakis.

Menurutnya, baik Iran maupun Rusia secara terang-terangan menentang operasi militer Turki di tanah Suriah. Pemerintah Damaskus juga mengumumkan akan mengerahkan segala usahanya untuk menghadapi agresi Turki. (af/fars)

DISKUSI: