Analis: Serangan ke Ayn al-Asad Gagalkan Rencana Aliansi Militer untuk Serang Iran

0
187

Teheran,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan Fars, analis masalah politik Qays Quraishi menyatakan bahwa sangat penting bagi Teheran untuk mengirim pesan kepada AS dan para sekutunya, yang saat itu mulai berpikir membentuk aliansi militer untuk menyerang Iran.

Hal ini disampaikannya saat bicara tentang serangan rudal Iran ke pangkalan AS, Ayn al-Asad, pada 8 Januari 2020 silam. Serangan itu adalah tanggapan Iran atas dibunuhnya Jenderal Qassem Soleimani oleh AS di dekat bandara Baghdad 5 hari sebelumnya.

“Penting bagi Teheran untuk mengirim pesan bahwa Iran berada di level respons tertinggi. Saya telah menelaah semua konten media AS, Inggris, dan Israel. Semua analisis objektif dan kredibel menyatakan Iran adalah pemenang dalam perang tekad di masa 4 tahun kepresidenan Donald Trump,”kata Quraishi.

“Pesan penting ini adalah bahwa Iran bukan hanya siap membela diri, tapi juga sanggup menghancurkan musuh dalam level tertinggi. Jarak jangkau rudal Iran sudah diketahui. Semua sudah tahu sebelumnya bahwa jarak jangkau rudal Iran patut diperhitungkan. Namun akurasi rudal-rudal Iran di Ayn al-Asad sangat berperan penting. Komandan CENTCOM berkata, ’Pesan Iran adalah pesan yang akurat.’ Frasa ‘pesan akurat’ dari Komandan CENTCOM di masa itu dipilih dengan cermat,” imbuhnya.

“Hingga saat itu, belum ada yang tahu seberapa akurat rudal dan seberapa besar daya hancur rudal-rudal Iran. Hal ini membuat aliansi AS, Israel, Saudi, dan pihak-pihak sekitar Saudi mengkaji ulang rencana serangan militer ke Iran. Serangan ke Ayn al-Asad adalah serangan spesial. Setelah Perang Dunia II, ini adalah kali pertama dan tak ada kasus serupa bahwa sebuah negara secara resmi menyerang pangkalan militer AS, kemudian menyatakan diri sebagai pelakunya.”

“Sudah terbukti bahwa setelah 1945, Iran adalah negara pertama yang menyerang AS dan menyatakan bertanggung jawab, namun AS tidak menunjukkan reaksi. Ini mengungkap bahwa AS tidak berminat untuk memerangi Iran dan membuat kredibilitas AS lenyap. AS di tahun 2019 bukanlah negara yang dikenal dunia hingga sebelum 2003,” tandas Quraishi. (af/fars)

DISKUSI: