Analis: Riyadh Tanggung Akibat dari Penghentian Perundingan dengan Teheran

0
325

Teheran,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, analis politik internasional, Saadollah Zareei bicara soal peran Saudi dalam kerusuhan di Iran dan pesan Teheran agar Riyadh menghentikan intervensi dalam urusan domestik Iran.

“Dalam beberapa bulan lalu, kami melihat tindakan-tindakan tak bersahabat dari Saudi. Sebagai contoh, mereka secara mendadak menghentikan perundingan di Baghdad, padahal sebelum itu mereka yang bersikeras menginginkannya. Ini membuat kami bertanya-tanya apa alasan mereka,” jawab Zareei.

“Melalui kanal-kanal televisinya, seperti al-Arabiya dan (Iran) International, Saudi secara intensif memprovokasi opini publik di Iran dan mendukung kelompok separatis. Ada bukti-bukti keterlibatan Saudi dalam insiden di Zahedan yang menewaskan puluhan orang.”

Zareei mengatakan, Iran telah mengirim wakil ke Saudi dan memberi tahu bahwa tindakan semacam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Menurutnya, Iran mengingatkan bahwa Teheran telah dijadikaan sebagai mediator antara Riyadh dan Sanaa agar Saudi bisa mendapatkan keamanan, sehingga gencatan senjata pun terealisasi. Namun jasa Iran ini malah dibalas dengan buruk oleh Saudi, kata Zareei.

Ia mengatakan. Saudi akan membayar mahal karena telah memutuskan perundingan karena hasutan AS di saat hubungan mulai terjalin kembali. Namun sebagian negara-negara Arab yang sempat memutus hubungan dengan Iran sudah kembali ke Teheran dan memulihkan hubungan.

“Sebenarnya, atmosfer saat ini sudah tidak kondusif untuk perundingan. Saudi telah memperburuk atmosfer dengan tindakan-tindakan bermusuhannya. Hari ini, kami tekankan bahwa jika Saudi menghentikan tindakan jahatnya dan menebusnya, Iran akan kembali mengulurkan tangan persahabatan kepadanya.”

“Iran sama sekali tak ingin meninggalkan hubungan dengan Saudi. Para petinggi Iran telah menunjukkan minat mereka untuk memulihkan hubungan. Namun Saudi telah merusak atmosfer ini dan tidak membiarkan dialog baru dilakukan. Kecuali jika mereka menunjukkan sinyal-sinyal resmi untuk memulihkan hubungan serta menghentikan tindakan destruktif mereka,”tandas Zareei. (af/fars)

DISKUSI: