Analis: Negara-negara Islam Seharusnya Musuhi Israel, Bukan Jalin Hubungan dengannya

0
123

Ankara,LiputanIslam.com-Baru-baru ini Israel secara resmi mengundang Presiden Turki Recep Tayip Erdogan untuk melakukan kunjungan ke Tanah Pendudukan. Kantor berita Sputnik mewawancarai sejumlah analis dan pakar politik untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap kabari ini.

Analis Palestina, Ibrahim al-Madhoun mengatakan kepada Sputnik, ”Orang-orang Palestina menentang segala bentuk kedekatan dan normalisasi Israel dengan negara Arab dan Islam. Negara-negara Arab dan Islam semestinya mengepung musuh ini, alih-alih menjalin hubungan dengannya.”

Analis masalah Israel asal Palestina, Ashraf al-Ajrami menjelaskan, ”Hubungan Turki dan Israel telah membaik secara signifikan dalam periode terakhir. Ini menunjukkan bahwa Kabinet sayap kanan radikal sangat membutuhkan hubungan semacam ini dengan kekuatan-kekuatan regional seperti Turki. Ini dilakukan dalam rangka membuktikan kepada warga Israel dan dunia bahwa Kabinet ini mampu menjaga hubungan internasional dan membuat hubungan baru.”

“Turki telah mulai mengubah kebijakan-kebijakannya terhadap sebagian besar negara di Kawasan, seperti Suriah, Mesir, dan Teluk Persia… Hubungan Turki dan Israel lebih spesial, karena ini adalah hubungan ekonomi-militer di level yang jauh lebih luas dan mewujudkan kepentingan bagi kedua belah pihak,”imbuh al-Ajrami.

Menurutnya, cara perlakuan Ankara terhadap Kabinet baru Tel Aviv akan berbeda dengan sikap Ramallah dan Palestina. Al-Ajrami menyatakan, Otoritas Nasional Palestina tidak akan memandang positif segala bentuk pemulihan hubungan Rezim Zionis dengan kekuatan-kekuatan regional. (af/fars)

DISKUSI: