Analis AS: Biden Juga Harus Hentikan Penjualan Senjata ke UEA

0
50

Washington,LiputanIslam.com-Penulis dan analis AS, William Hartung dalam artikelnya mengkritik penjualan senjata AS kepada Pemerintah UEA. Hartung menyatakan bahwa negara ini adalah salah satu pihak yang bertanggung jawab atas bencana kemanusiaan di Yaman.

Dalam tulisannya di situs Responsible Statecraft, Hartung menyebut bahwa Joe Biden di pidato pertamanya pada 4 Februari berkomitmen untuk menangguhkan segala bentuk dukungan terhadap operasi ofensif di Yaman, juga penjualan senjata ke Saudi, hingga waktu yang belum diketahui.

“Meski demikian, transaksi persenjataan dengan UEA menyebabkan peningkatan kejahatan dan memburuknya perang Yaman. Pemerintahan Biden harus memprioritaskan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Tidak benar jika Pemerintahan Biden hanya cukup menghapus izin penjualan senjata saja,”imbuh Hartung.

Menurutnya, sekarang ini bukan saat yang tepat untuk menjual senjata besar-besaran kepada UEA, sebab Abu Dhabi memiliki peran destruktif dalam perang di Yaman dan Libya.

Sebelum ini, tulis Hartung, UEA juga pernah mengirim senjata kepada kelompok-kelompol teroris, atau menggunakannya untuk tindak represif domestik. UEA bersama para milisi yang dipersenjatai dan dilatih olehnya telah melakukan penyiksaan dan penculikan di Yaman. Sebab itu, jika Biden serius mengakhiri perang di Yaman, ia harus menghentikan ekspor senjata kepada semua anggota Koalisi Saudi. (af/fars)

Baca Juga:

Teroris Rencanakan Serangan Bom Kimia di Suriah

Iran Ungkap Sistem Radar Satu-Satunya di Dunia

DISKUSI: