Amnesty: Tokoh Militer Myanmar Dapat Kucuran Dana dari Konglomerat

0
49

Komandan militer Myanmar Min Aung Hlaing di Ayeyarwaddy, Myanmar, 3 Februari 2018. (By Reuters)

Naypyitaw, LiputanIslam.com–Amnesty International melaporkan bahwa sejumlah tokoh militer Myanmar yang terlibat dalam penyelewengan HAM terhadap kaum Muslim Rohingya mendapat kucuran dana dari konglomerat rahasia yang terafiliasi dengan perusahan internasional.

Dalam sebuah laporan pada Kamis (10/9), Amnesty mengungkapkan bahwa para tokoh militer Myanmar ini menerima yang sebanyak $18 miliar dari Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL).

Selanjutnya, Amnesty menyebutkan bahwa unit militer yang telah melakukan kekejaman terhadap Muslim Rohingya dan kelompok etnis minoritas lainnya di Negara Bagian Rakhine memiliki sekitar sepertiga dari MEHL.

“Pelaku dari beberapa pelanggaran hak asasi manusia terburuk dalam sejarah Myanmar baru-baru ini termasuk di antara mereka yang mendapatkan keuntungan dari aktivitas bisnis MEHL,” kata Ketua divisi Bisnis, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Amnesty, Mark Dummett.

“Dokumen-dokumen ini memberikan bukti baru tentang bagaimana militer Myanmar mendapatkan keuntungan dari kerajaan bisnis MEHL yang luas dan menjelaskan bahwa militer dan MEHL berkaitan erat,” lanjutnya.

Panglima militer Myanmar, Min Aung Hlaing, termasuk orang yang mendapatkan keuntungan langsung dari perusahaan tersebut.

Di antara 2010 dan 2011, sang jenderal telah memiliki 5.000 saham dan menerima pembayaran sekitar $250.000.

Sebelumnya, Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB melaporkan bahwa militer yang dipimpin oleh Min telah melakukan “kejahatan paling parah” terhadap Muslim Rohingya, yaitu dengan praktik pembunuhan massal dan pemerkosaan. (ra/presstv)

 

DISKUSI: