Tiga Orang Terbunuh, Prancis Terapkan Status Siaga Keamanan

0
85

Paris, LiputanIslam.com –  Pemerintah Prancis menerapkan status siaga keamanan menyusul terbunuhnya tiga orang warga dalam kekerasan terkait dengan penistaan terhadap Nabi Muhammad saw oleh majalah Charlie Hebdo.

Menteri Pertahanan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku akan mengerahkan lebih banyak pasukan untuk memperkuat keamanan  berbagai lokasi penting, termasuk tempat ibadah dan sekolah, menyusul kasus penikaman yang menyebabkan tiga orang tewas di kota Nice.

Macron, Kamis (29/10/2020), mengumumkan bahwa Prancis “tidak akan berkompromi” dalam membela semua norma yang dianut Prancis, terutama “kebebasan berkeyakinan ataupun tidak berkeyakinan.”

Dia mengecam “serangan teroris Islam” terhadap sebuah gereja di Nice yang menewaskan tiga orang.

“Kami menyerang demi nilai-nilai kami,” ujar Macron, sembari mengimbau masyarakat Prancis “bersatu” dan “tidak menyerah kepada rasa takut”.

Dia mengumumkan peningkatan jumlah tentara dalam Operasi Santinel dari 3000 menjadi 7000 pasukan untuk mengamankan tempat-tempat ibadah, terutama menjelang Hari Raya Semua Orang Kudus  (All Saints) pada hari Ahad mendatang.

Kepolisian Prancis pada Kamis pagi waktu setempat mengabarkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan dengan menggunakan senjata tajam di kota Nice.

Wali Kota Nice, Christian Estrosi, menyatakan pelaku penyerangan itu telah ditangkap. Dia menyebut insiden tersebut sebagai serangan terorisdi jantung kota Basilika Notre-Dame.

“Saya meminta penduduk Nice untuk menghindari daerah itu dan mengizinkan polisi beserta petugas lainnya bekerja,” tulis Estrosi melalui akun Twitter-nya.

Berbicara kepada wartawan, Estrosi menjelaskan bahwa pria terduga pelaku berulangkali meneriakkan lafal “Allahu Akbar” setelah berada dalam pengamanan polisi.

Dia menambahkan bahwa para korban tewas dibunuh “dengan cara yang mengerikan.”

Dua korban tewas diyakini dibunuh di dalam gereja, sementara satu korban tewas lainnya sempat melarikan diri tetapi kemudian tewas akibat luka yang diderita. (mm/raialyoum/dw)

Baca juga:

Sambut Maulid Nabi saw, Pemimpin Ansarullah Yaman Sebut Macron Boneka Zionis

DISKUSI: