Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Stephen Kinzer: Berpihak Kepada Iran Lebih Logis Daripada Kepada Saudi

Published 05/01/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

stephen kinzerWashington, LiputanIslam.com – Penulis, jurnalis dan akademikus Amerika Serikat (AS) Stephen Kinzer meminta pemerintah negara ini supaya tidak memihak kepada Arab Saudi ataupun Iran di tengah ketegangan antara keduanya pasca hukuman mati otoritas Saudi terhadap ulama Syiah negara ini, Syeikh Nimr Baqir al-Nimr. Namun demikian, lanjutnya, seandainya AS harus memihak, maka memihak kepada Iran akan lebih rasional.

“AS  harus melakukan segala sesuatu yang memungkinkan untuk menghindari keberpihakan di tengah intensitas perang proksi antarkekuatan dominan Syiah dan Sunni di Timteng. Meskipun sejarah mengatakan bahwa kita harus condong ke Arab Saudi, sekutu lama kita, namun jika kita melihat masa depan maka Iranlah mitra yang lebih logis. Alasannya sederhana; interes keamanan Iran lebih dekat dengan kita daripada Arab Saudi,” ungkap Kinzer dalam artikelnya di portal Politico, Senin (4/1/2016)

Menurut Kinzer, berpihak kepada Saudi bahkan akan menjadi “bencana”. Saudi memang hebat dari segi persenjataan karena banyak menghabiskan dana untuk belanja sistem tempur tercanggih di dunia yang sebagian besar dari AS, tapi di saat yang sama juga dikenal sebagai negara yang “enggan berkorban”.

“Mereka (Saudi) menyewa orang asing untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Beberapa orang Saudi hanya akan bermimpi mempertaruhkan hidupnya demi negara mereka. Untuk Perang Yaman, Arab Saudi telah merekrut ratusan tentara bayaran dari Kolombia. Saudi memiliki kekuatan udara yang cukup untuk menghancurkan hampir semua negara di muka bumi. Namun, meskipun kemenangan dalam perang terjadi di darat, di situ Arab Saudi justru lemah dan mengenaskan,” tulis Kinzer.

Kinzer menilai kondisi Saudi itu sangat kontras dengan Iran.

“Seandainya mereka (Iran) meyakini keimanannya terancam, mereka akan tumpah ruah ke medan laga, walaupun seandainya mereka berjuang hanya dengan bersenjatakan ketapel. Perbedaan dalam semangat patriotik ini bisa dimengerti. Saudi eksis baru 83 tahun, sedangkan Iran sudah lebih dari 2500 tahun,” ungkapnya.

Kinzer menilai Saudi sengaja memprovokasi krisis ini dengan tujuan setidaknya memaksa AS supaya berpihak. Hanya saja, memilih mendukung Saudi daripada Iran bagaimana juga akan merugikan kepentingan AS sendiri.

Mantan reporter New York Times ini mengingatkan bahwa Saudi adalah negara yang sangat kasar dan represif serta menjadi donator utama kelompok-kelompok teroris.

“AS sudah menyadari bahwa Arab Saudi adalah negara yang sangat represif. Parahnya lagi, Saudi adalah donatur kunci bagi Negara Islam (ISIS), al-Qaeda, dan Taliban,” ungkap Kinzer sembari menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada tahun 2009 bahwa dana dari Saudi merupakan sumber paling signifikan bagi kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Amerika - Eropa

Usai Kematian Bos Wagner, Putin Wajibkan Kelompok Bersenjata Mengangkat Sumpah Setia

By Muhammad
Amerika - Eropa

Ngeri, Ada 120,000 Kuburan Baru Digali, Korban Tewas Tentara Ukraina Capai 350,000

By Muhammad
Amerika - Eropa

‘Ditusuk’ Sekutu Sendiri, Ukraina Disebut AS Pelaku Serangan ke Kremlin

By Hadi
Amerika - Eropa

Presiden Ukraina Minta Iran Stop Suplai Drone Mematikan ke Rusia

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account