Pemerintah AS akan Beberkan Laporan Intelijen tentang Pembunuhan Khashoggi

0
252

Washington, LiputanIslam.com – Gedung Putih mengumumkan bahwa pemerintahan Presiden baru Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mempresentasikan laporan intelijen tentang kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi kepada Kongres.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam konferensi pers, Jumat malam (5/2), menyatakan bahwa pemerintahan Biden akan menerbitkan “laporan Kongres yang tidak diklasifikasikan (non-rahasia) dengan transparansi penuh” mengenai pembunuhan Khajoggi, yang dia gambarkan sebagai “kejahatan yang mengerikan”, namun tidak menyebutkan kapan hal itu dilakukan.

Sebelumnya, Avril Haynes yang dicalonkan Biden untuk menjabat direktur intelijen nasional berjanji akan mendeklasifikasi laporan intelijen tentang pembunuhan Khashoggi dan menyerahkan dokumennya kepada Kongres.

Biden sendiri dalam kampanye pilpres juga telah berjanji akan menegakkan keadilan dalam kasus pembunuhan Khashoggi, menghukum orang-orang yang bertanggungjawab atas kejahatan itu, dan mengaku akan mengevaluasi kembali hubungan AS dengan Arab Saudi.

Jamal Khashoggi adalah jurnalis  Washington Post asal Saudi tinggal di AS sejak 2017 dan dikenal karena kerap mengritik rezim Saudi. Dia dibunuh di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, oleh regu pembunuh dari Saudi, pada 2 Oktober 2018, namun hingga kini mayatnya yang diduga sengaja dilenyapkan oleh para pelaku masih belum ditemukan.

Peristiwa ini menyebabkan keruhnya hubungan antara Ankara dan Riyadh. Pemerintah Turki mengatakan bahwa otoritas Saudi sengaja berusaha menutupi orang yang paling bertanggungjawab atas kejahatan itu, mengacu pada Putra Mahkota Saudi Muhamed bin Salman, yang notabene sekutu dekat presiden AS saat itu, Donald Trump. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Biden Nyatakan akan Hentikan Dukungan kepada Perang Yaman, Ini Tanggapan Ansarullah, Saudi, dan UEA

Respon Tak Lazim Menteri Saudi kepada Statemen Biden Terkait Yaman

 

DISKUSI: