Pandemi Covid-19, Sejumlah Doktor Muslim Jadi Korban Meninggal Pertama di Inggris

0
377

London, LiputanIslam.com –  Sebanyak empat dokter pria Muslim telah menjadi korban pertama dari kalangan tenaga medis di Inggris dalam menjalankan tugas di barisan terdepan melawan keganasan wabah virus corona baru alias COVID-19.

Keempat dokter itu adalah Alfa Sa’adu, Diamandemen el-Hawrani, Adil El-Tayar dan Habib Zaidi , yang semuanya adalah keturunan asing, termasuk Afrika, Asia dan Timur Tengah.

Sekjen Asosiasi Medis Islam Inggris, Dr Salman Waqar, mengatakan kontribusi para dokter ini “tak terukur”.

“Mereka adalah pria keluarga yang berbakti, dokter senior yang berkomitmen, dan layanan berdedikasi selama puluhan tahun bagi komunitas dan pasien mereka,” katanya.

“Mereka memberikan pengorbanan tertinggi saat melawan penyakit ini. Kami mendesak semua orang untuk melakukan bagian mereka dan menghentikan kematian lebih lanjut, tinggal di rumah, melindungi NHS (Layanan Kesehatan Nasional Inggris – red.), menyelamatkan hidup,” imbuhnya.

Inggris khawatir kekurangan staf medis di tengah pandemi  COVID-19 yang sejauh ini telah menewaskan 2.352 orang dan menginfeksi 29.474 , menurut angka resmi. Karena itu, meninggalnya para dokter Muslim itu membuat kontribusi vital tenaga medis berlatar belakang minoritas kepada NHS mendapat perhatian tersendiri.

NHS adalah perusahaan terbesar staf Black and Minority Ethnic (BME) di Inggris dengan 40,1 persen pekerja medis dari latar belakang BME.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, Selasa lalu (30/3/2020), mengumumkan bahwa sekitar 2.800 staf medis yang visanya kedaluwarsa sebelum 1 Oktober, akan memperpanjang visa mereka selama satu tahun secara “gratis”. (mm/aljazeera)

DISKUSI: