Miris, Putin Tantang Barat untuk Kalahkan Rusia di Medan Laga

0
238

Moskow, LiputanIslam.com   Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut invasi militer Rusia di Ukraina sebagai pertanda pergeseran ke “dunia multi-polar”, dan menantang Barat untuk mengalahkan Rusia di medan tempur.

Tantangan ini dinyatakan Putin dalam pidato bernada tajam di hadapan para pemimpin parlemen, Kamis (7/7), sembari mengingatkan bahwa prospek untuk negosiasi apa pun akan semakin redup jika konflik berlarut-larut.

“Hari ini kami mendengar bahwa mereka ingin mengalahkan kami di medan perang. Apa yang bisa Anda katakan? Biarkan mereka mencoba,” tantang Putin.

“Kami telah mendengar berkali-kali bahwa Barat ingin melawan kami hingga Ukraina terakhir. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tapi tampaknya semuanya menuju ke arah ini,” imbuhnya.

Moskow menuduh Barat mengobarkan perang proksi terhadap Rusia dengan menghantam ekonomi Rusia melalui sanksi dan meningkatkan pasokan senjata canggih ke Ukraina.

Putin bersumbar bahwa Rusia baru saja melangkah maju dalam hal perang, namun juga menyinggung kemungkinan negosiasi.

“Semua orang harus tahu bahwa secara umum kami belum memulai apa pun dengan sungguh-sungguh. Pada saat yang sama, kami tidak menolak pembicaraan damai. Tapi mereka yang menolak harus tahu bahwa semakin jauh, semakin sulit bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kami,” tegasnya.

Putin mengakui bahwa sanksi Barat menciptakan kesulitan, “tapi sama sekali tidak seperti yang diharapkan oleh para penggagas blitzkrieg ekonomi terhadap Rusia.”

Pernyataan Putin menjadi referensi utama untuk diplomasi dalam beberapa minggu setelah pernyataan berulang dari Moskow bahwa negosiasi dengan Kyiv telah gagal total.

Sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari, pasukan Rusia telah merebut banyak wilayah Ukraina, termasuk menyelesaian perebutan wilayah timur Luhansk pada Ahad lalu.

Prospek kompromi tampak suram karena Ukraina yang didukung Barat terus menyuarakan pengusiran pasukan Rusia dari semua wilayah yang telah direbutnya sejak 2014.

Kepala negosiator Ukraina, Mykhailo Podolyak, di Twitter pada pekan ini menyatakan bahwa syarat kelanjutan pembicaraan dengan Moskow akan mencakup; “Gencatan senjata. Penarikan pasukan Z. Kembalinya warga yang diculik. Ekstradisi penjahat perang. Mekanisme reparasi. Pengakuan hak kedaulatan Ukraina.” (mm/aljazeera)

DISKUSI: